Harga yang Harus Dibayar untuk
Kesalahan Rekrutmen
Setiap orang yang hidup di dunia
ini tentu saja pernah melakukan kesalahan, lalu apakah kesalahan itu hanya berbahaya
atau benar-benar merusak, yaa keputusan yang salah akan berbahaya dan berdampak
besar di masa yang akan datang. Lalu apa yang akan terjadi jika pengambilan
keputusan yang salah terjadi dalam proses perekrutan? Yaa tentu saja sangat
berbahaya, bukan hanya tidak adil bagi calon karyawan tapi ada dampak jangka
panjang yang lebih luas. Perekrutann yang salah tidak hanya merusak reputasi
atau nama baik orang yang melakukan rekrutmen, tidak hanya merusak reputasi orang yang direkrut, namun kesalahn
dalam pengambilan keputusan dalam situasi perekrutan karyawan juga akan
merugikan perusahaan.
Karyawan yang buruk tentu saja
akan merusak bisnis atau perusahaan setidaknya pada tiga hal mendasar :
1. Rugi
Waktu
Melakukan proses
perekrutan karyawan hingga dia mampu bekerja sesuai dengan standar perusahaan
tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Waktu yang dibuang tentu tidak
sepadan jika dibandingkan dengan performa karyawan yang bersangkutan jika
kesalahan perekrutan karyawan terjadi. Jika dengan terpaksa karena performa
karyawan yang tidak sesuai dengan tuntutan perusahaan, karyawan tersebut tentu
harus diputuskan hubungan kerjanya dengan perusahaan. Pemutusan karyawan memang
mudah untuk dilakukan, namun untuk menctak karyawan yang kompeten tentu
membutuhkan waktu lagi dan harus memulai proses dari awal. Beberapa survei
membuktikan bahwa perusahaan membutuhkan waktu enam bulan untuk mencapai breakevent point dari proses perekrutan
yang dilakukan.
2. Rugi
Biaya
Biaya psikotes,
biaya tes kesehatan, biaya training, dan tentu saja biaya gaji yang telah
dibayarkan tentu tidak sesuai dengan pemasukan bagi perusahaan jika pengambilan
keputusan dalam rekrutmen salah. Terlebih jika jumlah itu dikalikan dengan
resiko jumlah bulan yang harus ditanggung selama karyawan yang bersangkutan
sedang bekerja.
3. Performa
perusahaan rendah
Kesalahan pegambilan
keputusan dalam rekrutmen tidak hanya merusak proyek secara sempit. Performa buruk
dalam diri karyawan yang disebabkan karena kesalahan dalam perekrutan karyawan tentu
juga akan berdampak pada karyawan lain atau bahkan departemen atau divisi lain
yang ada dalam perusahaan. Ini seperti halnya Anda membawa sebuah bangkai ke
kantor, bangkai ini akan tercium di awal kemudian menyebabkan penyakit yang tak
kunjung dapat disembuhkan sebelum bangkai itu hilang.
No comments:
Post a Comment