Tuesday, January 20, 2015

GAYA BELAJAR MENENTUKAN BAGAIMANA KITA BELAJAR

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh orangtua ketika memilih sekolah untuk anaknya. Salah satu hal yang menuntut perhatian khusus dari orangtua adalah bagaimana gaya belajar anak selama di sekolah. Hal ini diperlukan untuk menyesuaikan pilihan sekolah dengan gaya belajar anak sehingga anak-anak bisa belajar secara optimal di sekolah mereka.
Gaya belajar berdasarkan orientasi belajar anak yaitu :
1.       Student centered
Gaya belajar di sekolah yang lebih berorientasi pada siswa, sehingga siswa mendapat porsi atau kesempatan yang lebih banyak untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar di sekolah, misalkan dengan mengerjakan tugas, mencoba, bereksperimen, membaca, atau kegiatan lain yang dikerjakan oleh dirinya sendiri dan keterlibatan guru dalam proses belajar ini sangat minimal. Keuntungan dari gaya belajar ini membuat siswa menjadi memiliki kebebasan seluas-luasnya untuk bereksplorasi tentang apa saja yang ingin diketahuinya.
2.       Teacher centered
Gaya belajar di sekolah yang lebih banyak melibatkan guru dalam proses belajar. Guru lebih aktif memberikan materi pengajaran kepada siswanya. Gaya belajar ini juga cocok untuk anak-anak yang memerlukan bantuan secara khusus untuk proses belajarnya yang dilakukan selama di sekolah. Lingkungan belajar yang digunakan untuk gaya belajar ini adalah lingkungan yang terstruktur sebagai tempat belajar.

Berdasarkan instruksional, gaya belajar anak dapat dibedakan menjadi :
1.       Gaya bersaing
Siswa akan belajar dengan persaingan yang tinggi, sehingga akan sangat dibedakan anak yang memiliki kemampuan yang tinggi, dengan anak-anak yang memiliki kemampuan biasa, kondisi ini jika diciptakan secara baik maka akan menimbulkan persaingan yang sehat dalam diri anak. Dperlukan situasi yang tidak mengolok-olok anak yang kurang dapat menunjukkan dirinya untuk menjadi juara di suatu bidang. Gaya belajar ini cocok diberikan untuk anak-anak yang sudah mampu mengerjakan tugas secara mandiri.
2.       Gaya kerjasama
Gaya belajar ini akan melibatkan lebih dari satu orang siswa yang memungkinkan mereka untuk melakukan kerjasama dengan siswa lain, suatu tugas akan dianggap baik apabila hasil yang diberikan merupakan hasil kerjasama yang solid antara satu siswa dengan siswa yang lain. Gaya belajar ini cocok bagi anak-anak yang kurang mampu untuk emlakukan sosialisasi dengan teman-temannya. Gaya belajar ini memungkinkan anak untuk bisa lebih berkembang secara sosial. Anak juga akan belajar berempati untuk mengerti dan emmahami yang dirasakan dam ekmampuan yang dimiliki oleh siswa yang menjadi teman kerjasama dengan dirinya dalam menyelesaikan suatu tugas.
3.       Gaya menyendiri
Gaya belajar yang lebih menekankan untuk tercapainya tugas-tugas yang harus diselesaikan secara pribadi. Gaya belajar ini cocok digunakan untuk siswa yang mampu belajar secara sendiri atau dapat juga digunakan untuk anak-anak yang akan menghadapi ujian di sekolah. Gaya belajar ini juga bisa digunakan untuk situasi belajar home schooling.
4.       Gaya partisipasi
Gaya belajar yang lebih melibakan anak untuk bepartisipasi secara aktif, baik partisipasi dalam kelompok, maupun partisipasi dalam proses belajar di kelas. Proses belajar ini cocok digunakan untuk anak-anak yang ingin berpendapat secara bebas
5.       Gaya tergantung
Gaya belajar yang difasilitasi secara penuh oleh guru. Cara belajar ini cocok digunakan untuk anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam proses belajarnya di sekolah karena dirinya memiliki ketergantungan tinggi. Tingkat ketergantungan siswa ini dapat dikurangi sedikit demi sedikit sesuai tingkat kebutuhan siswa dalam memerlukan bantuan orang lain.
6.       Gaya mandiri
Gaya belajar mandiri ini cocok digunakan untuk anak-anak yang sudah bisa belajar secara sendiri. Siswa sudah bisa mengotimalisasikan potensi yang dimilikinya. Fungsi guru bagi siswa mandiri adalah sebagai mentor, hanya memberkan petunjuk, kemudian memberikan umpan balik terhadap yang dkerjakan oleh siswanya.

Berdasarkan modalitas yang dimiliki siswa, maka gaya belajar dapat dibedakan menjadi :
1.       Visual
Berikut ini beberapa ciri-ciri pembelajar gaya visual :
•          Mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar
•          Tidak pandai memilih kata-kata dalam bicara
•          Tidak terganggu dengan keributan
•          Sulit mengingat instruksi/perintah dalam bahasa lisan
•          Pembaca cepat dan tekun
•          Lebih suka baca daripada dibacakan
•          Rapi, teratur, teliti, perencana yang baik
Gaya belajar tersebut akan lebih sesuai bila melakukan proses belajar dengan cara :
•          Belajar dengan gambar, diagram dan peta
•          Membuat coretan, simbol, tanda2 penting
•          Gunakan video, gambar2 berwarna
•          Membuat pengelompokan
2.       Auditori
Berikut ini beberapa ciri-ciri pembelajar gaya auditori :
•          Suka bicara kepada diri sendiri waktu belajar
•          Mudah terganggu oleh keributan waktu belajar
•          Mempunyai kesulitan menulis yang banyak, tetapi hebat dalam bercerita
•          Dapat mengingat dengan baik apa yang dipelajari dari diskusi daripada yang dilihat
•          Suka menjelaskan dengan panjang lebar
Gaya belajar tersebut akan lebih sesuai bila melakukan proses belajar dengan cara :
•          Membaca dengan suara/bercerita
•          Menulis ulang yang dipelajari/ringkasan
•          Diskusi, berdebat, wawancara
•          Mendengar melalui kaset, mengikuti seminar, mengikuti lokakarya

3.       Kinestetik
Berikut ini beberapa ciri-ciri pembelajar gaya visual :
•          Bicara dengan pelan
•          Banyak bergerak, sulit duduk diam waktu belajar dalam jangka waktu lama
•          Menghafal dengan berjalan bolak balik
•          Ketika bicara banyak menggunakan isyarat tubuh
•          Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika sedang membaca
Gaya belajar tersebut akan lebih sesuai bila melakukan proses belajar dengan cara :
•          Melakukan praktek
•          Mengamati demo/contoh konkret
•          Drama, permainan, aktifitas lapangan
•          Menggunakan model, lego, alat-alat praktek, kerajinan tangan, puzzle
•          Menggunakan gerak dalam belajar

Dari berbagai gaya belajar di atas, orangtua dapat mengajukan pertanyaan berikut terhadap gaya belajar yang dimiliki putra putrinya
1.       Anak lebih menukai belajar yang dilakukan secara sendiri atau dilakukan secara berkelompok
2.       Keterampilan khusus apa yang dimiliki anak yang perlu untuk dikembangkan untuk menjadikan dirinya sukses dalam kehidupannya
3.       Kebutuhan atau bantuan khusus seperti apa apa yang dibutuhkan oleh anak dalam melakukan proses belajar di sekolah
4.       Lingkungan sekolah seperti apa yang dibutuhkan oleh anak
5.       Bagaimana pola pergaulan anak dengan teman-teman di sekolahnya dan lingkungan sekitar rumahnya?
Dari berbagai pertanyaan tersebut maka orangtua dapat memilih sekolah yang sesuai dengan pertimbangan kebutuhan anak untjk lebih mengembangkan diri, baik secara akademik, karakter, dan sikap-sikap yang penting bagi anak untuk menunjang keberhasilan hidup mereka nantinya.

Monday, January 19, 2015

MOTIVATOR TERBAIK DI INDONESIA

Mungkin Anda telah membacanya
dan marilah kita mulai menyadari
📚✏ Inilah ⑩ 🔟 ‘‘Motivator’’ Terbaik di Indonesia:
2⃣②. Mario Teguh
3⃣③. Andre Wongso.
4⃣④. Tung Desem Waringin.
5⃣⑤. Bong Chandra.
6⃣⑥. Krisnamurti.
7⃣⑦. James Gwee.
8⃣⑧. Gede Prama.
9⃣⑨. Yansen H. A. Purukan.
🔟⑩. Christian Andrianto.
😧 *Kok Nomor. 1⃣ ① (satu) nggak ada...?
*Oke...! Ini jawabannya...
✏✏✏
1⃣①. Diri Anda Sendiri.
Motivator terbaik untuk kita adalah diri kita sendiri.
Tak ada yg dapat mengubah hidup kita, selain diri kita
sendiri.
Kita terlahir sebagai seorang pemenang.
Dari jutaan sel sperma, kitalah yang terpilih untuk lahir.
Motivator dari nomor 2 sampai 10 hanyalah pemacu
semangat kita, karena walaupun kita mengikuti jutaan
seminar pun, tapi dlm diri kita belum ada niat untuk
berubah sama saja dengan NOL.♻
Anda & saya, & kita semua adalah juara...!

- Sering kita dengar musuh terbesar adalah diri kita
sendiri...!
- Itu benar...!✅
🙅- Kalahkan diri kita sendiri, baru kita bisa mencapai
tangga yg lebih tinggi...! 
”Tinggi hati 
mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati
mendahului kehormatan.”
Motivator terbaik adalah diri kita sendiri. SEMANGAT, 
hadapi dengan senyuman  have a great day ....

Yaaa motivasi terkuat adalah motivasi dari dalam diri kita, hal pertama untuk memulai motivasi diri sendiri adalah dengan menetapkan tujuan yang akan dicapai

CASE STUDY : SEBUAH PENELITIAN KUALITATIF

Case study dipilih sebagai salah sau metode penelitian kualitatif, karena metode ini dianggap dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan bagaimana, dan mengapa. Sifat penelitian dalam case study ini merupakan penelitian yang difokuskan pada fenomena kontemporer dalam konteks kehidupan nyata yang datanya ingin diungkap lebih mendalam lagi. Data-data dalam case study dapat diperoleh memlaui dokuen, artefak, wawancara, maupun observasi.
Reliabilitas case study dapat ditingkatkan dengan cara menyusun protokol penelitian yang berisi mengenai prosedur dan aturanaturan umum yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian. Hal ini penting dilakukan jika case study yang dilakukan merupkan multiple case. Protokol dalam case study antar lain berisi beberapa hal berikut, yaitu :
1.       Overview
Berisi tujuan penelitan, isu-isu dan sumber bacaan yang relevan dnegan tujuan penelitian
2.       Prosedur lapangan
Sumber daya yang akan diakses secara umum sebagai sumber data dalam penelitian, sumber-sumber informasi yang akan diakses, dan prosedur penelitian yang akan dilakukan
3.       Pertanyaan penelitian
Berisi mengenai pertanyaan-pertanyaan penelitian yang harus dijawab melalui pengambilan data
4.       Guide
Prosedur untuk melaporkan data hasil penelitian yang akan dilaporkan yang berisi format, outline, dan spesifikasi.


Sunday, January 18, 2015

MENGAPA HARUS MENGGUNAKAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA?

Setiap organisasi bisnis memiliki tujuan untuk memberikan penghargaan dan “return” yang terbaik bagi pemegang saham, jajaran manajemennya, dan kepada pegawai.  Kepada para pegawai, perusahaan perlu memelihara kesejahteraan SDM yang berkontribusi profesional dan berkompetensi tinggi yang menjadi asset dan sumber keunggulan perusahaan dalam memasuki era globalisasi. Diskusi mengenai sumber daya manusia yang ada di perusahaan dan berbagai solusi yang dilakukan tentunya bertujuan untuk mencapai sasarn kinerja perusahaan karyawan sebagai sumber daya manusia, perlu diupayakan agar selalu memiliki komitmen dan motivasi yang tinggi dalam menunjukkan kinerjanya di perusahaan. Di sisi lain, sistem penilaian kinerja harus pula mampu memberikan jaminan “Return on Investment” yang baik kepada pemegang saham. Untuk itu diperlukan sistem penilaian kinerja pegawai yang terintegrasi dengan sasaran dan rencana kerja tahunan perusahaan.
Sasaran kinerja perusahaan tentunya tidak akan tercapai tanpa adanya perencanaan, pengontrolan, dan evaluasi terhadap proses kinerja yang dilkaukan oleh karyawan. Konsep Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi (Competency Based Performance) merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari Sistem Manajemen Sumber Daya Manusia Berbasis Kompetensi (MSDM-BK) atau Competency Based Human Resource Management (CB-HRM). Sistem manajemen kinerja berbasis kompetensi ini secara tegas dapat lebih mengintegrasikan kebutuhan untuk menilai kinerja dan menghargai para pegawai yang berkemampuan di atas rata-rata, mereka yang banyak berkontribusi dan termasuk para “knowledge workers” (spesialist) dan sekaligus menjamin arah tercapainya indicator bisnis utama, yaitu “Key Performance Indicator” (KPI) perusahaan.

“State the art” dari sistem manajemen kinerja ini disarankan untuk dikembangkan di perusahaan yang ingin memperbaiki sistem manajemen kinerja pegawai dan perusahaan sekaligus terpadu dengan pengukuran pencapaian kinerja perusahaan KPI. Sehubungan dengan hal tersebut, jajaran manajemen serta praktisi SDM dan bagian perencanaan/pengembangan perusahaan dan unit bisnis perlu mengenal konsep dan langkah-langkah pengembangan Sistem Manajemen Kinerja Berbasis Kompetensi ini.
Karyawan yang memiliki potensi dan kompetensi yang sesuai dengan kualifikasi jabatan yang ditentukan oleh perusahaan pun tidak dapat mendukung pencapaian sasaran perusahaan apabila tidak dikelola secara tepat. Salah satu tugas praktisi sumber daya manusia sebagai partner perusahaan adalah memfasilitasi pencapaian sasaran perusahaan melalui performance management system.  Output yang diharapkan dengan adanya performance management system adalh pencapaian sasaran perusahaan sesuai dengan target yang telah ditetapkan sebelumnya.

Pemahamanan terhadap sistem manajemen kinerja (performance management system) tentunya akan membantu para calon parktisis dan praktisi sumber daya manusia untuk melaksanakan sistem manajemen kinerja di perusahaan. Oleh karena itu perlu dilakukan proses pengembangan bagi calon praktisi dan praktisi manajemen sumber daya manusia untuk mentransfer pengetahuan dan keterampilan yang sesuai bagi calon praktisi dan praktisis sumber daya manusia. Untuk mendukung proses tersebut diperlukan pula adanya yang berkelanjutan bagi para staf yang mempunyai kaitan dengan fungsi-fungsi tersebut. Maka workshop mengenai performance management system perlu untuk dilaksanakan.

ASPEK-ASPEK POKOK PADA PEKERJAAN MENURUT FLANAGAN

ASPEK-ASPEK POKOK PADA PEKERJAAN BERIKUT
MENURUT FLANAGAN ADALAH :
1.                   AKUNTAN
¨  Pengkodean : belajr kode-kode dengan cepat
¨  Memori : terkait dengan short term memory
¨  Pemahaman : buat pertimbangan dan alasan logis
¨  Berhitung : kemampuan bekerja dengan angka (arithmatika)
¨  Membaca tabel dan data berupa angka dan huruf
2.            ARTIS
¨  Presisi : cepat dan teliti lihat gerakan
¨  Menyusun bagian yang terpisah
¨  Koordinasi visual motorik (gerak)
¨  Pola : memproduksi pola sederhana
¨  Komponen : identifikasi komponen (melihat bagian yang lebih penting dari yang lain
AKUNTAN
¨  Pengkodean : belajr kode-kode dengan cepat
¨  Memori : terkait dengan short term memory
¨  Pemahaman : buat pertimbangan dan alasan logis
¨  Berhitung : kemampuan bekerja dengan angka (arithmatika)
¨  Membaca tabel dan data berupa angka dan huruf
2.            ARTIS
¨  Presisi : cepat dan teliti lihat gerakan
¨  Menyusun bagian yang terpisah
¨  Koordinasi visual motorik (gerak)
¨  Pola : memproduksi pola sederhana
¨  Komponen : identifikasi komponen (melihat bagian yang lebih penting dari yang lain
3.            BUSINESSMAN
¨  Ingatan/memory             c. Aritmatik/hitung
¨  Pemahaman dan nalar   d. Ekspresi bahasa
4.            SEKRETARIS
¨  Kemampuan menandai bagian yang belum lengkap
¨  Kode dan ingatan
¨  Skala dan tabel
¨  Hitung
5.            DOKTER GIGI
¨  Kemampuan menandai bagian yang belum lengkap
¨  Presisi : cepat dan teliti gerakan
¨  Assembly : menyusun bagian yang terpisah
¨  Koordinasi visual motorik
¨  Pemahaman (judgment dan comprehention) dan nalar
¨  Identifikasi komponen penting
6.            AHLI ELEKTRONIKA
¨  Presisi  
¨  Pemahaman dan nalar
¨  Assembly           
¨  Identifikasi komponen penting
7.            INSINYUR
¨  Assembly           
¨  Pola
¨  Cepat dan tepat baca skala, peta, grafik
¨  Komponen
¨  Pemahaman dan nalar                                  
¨  Mekanik
8.            PETANI
¨  Assembly (perakitan), merakit objek
¨  Pemahaman dan nalar
¨  Mekanik
9.            LAWYER (ALHI HUKUM)
¨  Memory             
¨  Komponen (identifikasi komponen penting)
¨  Pemahaman dan nalar  
¨  Ekspresi bahasa               
10.          AHLI MATEMATIKA (GURU)
¨  Skala (baca skala, peta, grafik    
¨  berhitung
¨  Pemahaman dan nalar  
¨  Ekspresi bahasa
11.          PERAWAT
¨  Ingatan                
¨  Presisi (cepat, teliti)
¨  Pemahaman dan nalar  
¨  Koordinasi
¨  Skala
12.          PILOT
¨  Kemampuan memnandai bagian yang belum lengkap
¨  Assembly/merakit objek
¨  Skala (baca skala, peta, grafik)
¨  Koordinasi visual motorik
¨  Pemahaman dan nalar
¨  Identifikasi komponen penting
¨  Mekanik
13.          AHLI PSIKOLOGI
¨  Pemahaman dan nalar
¨  Daya analisis
¨  Ekspresi bahasa
14.          SALES PERSON
¨  Ingatan
¨  Berhitung
¨  Ekspresi bahasa
15.          AHLI BIDANG SOSIAL
¨  Pemahaman dan nalar
¨  Ekspresi bahasa
16.          PEKERJA SOSIAL
¨  Pemahaman dan nalar
¨  Eksprsi bahasa
17.          PEJABAT STRUKTURAL
¨  Assembly (merakit objek)
¨  Koordinasi
¨  Pemahaman dan nalar
¨  Berhitung
¨  Pola
18.          GURU/DOSEN
¨  Pemahaman dan nalar
¨  Ekspresi bahasa
19.          PENULIS
¨  Pemahaman dan nalar
¨  Ekspresi bahasa
¨  Ingatan/memory

Dengan memahami aspek-aspek pokok pada kekerjaan yang dijelaskan oleh Flanagan maka kita akan dapat menggunakan test Flanagan berdasar kebutuhan profesi yang ditentukan. Jadi kita tidak perlu menggunakan semua alat tes untuk mengukur kemampuan yang ada pada calon karyawan