Wednesday, August 26, 2015

Enam Tipe Individu dan LIngkungan : Holland (1)


Holland beranggapan bahwa pada masa remaja akhir, kebanyakan orang dapat dikategorikasikan berdasarkan enam tipe kepribadian, yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Social, Enterprising, dan Conventional, yang sering disebut sebagai tipologi RIASEC. Setiap tipe keunikan dalam pilihan aktivitas, sikap, kemampuan, dan nilai bagi individu.
http://www.coolyat.com/2013/03/what-is-best-career-for-you.html?m=1

Gambaran tipologi RIASEC dan pengembangannya berdasarkan tipe kepribadian bukan merupakan tujuan akhir teori Holland, akan tetapi hasil dari interaksi yang kompleks dari berbagai budaya, kekuatan personal, termasuk teman sebaya, faktor genetik, pola asuh orangtua, kelas sosial, dan perbedaan lingkungan fisik. Berdasarkan beberapa faktor tersebut, Holland meyakini bahwa saat seseorang mulai memilih aktivitas, kemudian pilihan tersebut menjadi minat yang kuat dan menjadi kompetensi yang terus dikembangkan yang membuat seseorang memilih pengalaman-pegalaman tertentu dibandingkan pengalaman yang lain. Hal ini semakin memperkuat minat dan kemampuan secara berkelanjutan, minat dan kompetensi yang dimiliki akan membuat seseorang memiliki kepercayaan sebagai watak atau sifat yang dapat memprediksikan pilihan dan perilaku individu di masa mendatang.
Holand juga menjelaskan bahwa seseorang tidak harus dipaksakan untuk dikategorisasikan dalam satu tipe saja. Beberapa orang memiliki tipologi dominan yang mirip atau tipe lainnya (sebagai subtipe) yang juga memiliki kemiripan. Holand merekomendasikan membuat peringkat dari enam tipologi untuk menggambarkan seseorang. Berdasarka enam tipologi Holand, setidaknya ada 720 pola kombinasi tipe yang berbeda-beda. Secara sederhana, hal ini disebbakan karena kompleksitas dan perbedaan individu yang menjadikannya unik. Secara praktis cukup digunakan tiga kode tipe (yang disebut sebagai kode Holland), tipe tersebut dibuat berdasar kemiripan dari individu.
Untuk melakukan asesmen terhadap kemiripan tipe RIASEC menurut Holland, konselor dapat meggunakan instrumen alat ukur yang dikembangkan oleh Holland, yaitu VPI dan SDS. Skala RIASEC juga dibuat untuk hampir semua skala minat, termasuk SII, ACT interest inventory, dan ASVAB. Alat ukur tersebut menyediakan skor minat yang mendefinisikan lebih sempit mengenai minat daripada RIASEC secara luas. 
Pada intinya RIASEC ini digunakan sebagai alat ukur untuk memudahkan  kerangka berpikir dalam pengukuran konstruk karir yang relevan.
Holland menyimpulkan bahwa individu, lingkungan pekerjaan, dan lingkungan pendidikan juga dapat dikategorikan sebagai kemiripan mereka terhadap tipologi RIASEC. Setiap tipe lingkungan memiliki kesempatan yang unik dan cenderung membutuhkan keterampilan yang mumpuni. Seperti halnya manusia, demikian juga lingkungan yang cukup kompleks dan memiliki kemiripan dengan tipe RIASEC, dan pembuatan peringkat dari tipe-tipe itu sangat bermanfaat, dan demikian juga tiga poin kode Holland sering digunakan untuk menggambarkan lingkungan.
Salah satu cara untuk menentukan tipe lingkungan adalah didasarkan pada kepribadian dari orang-orang yang bekerja di dalamnya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Holland “Saat orang-orang berkumpul, mereka menciptakan lingkungan yang merefleksikan tipe-tipe yang mirip dengan mereka.

Wednesday, August 19, 2015

Emosi

Emosi adalah suatu kata yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, namun tahukah Anda apa arti emosi? Yaa emosi bisa meliputi beberapa hal, tak hanya satu aspek saja. Emosi merupakan proses mental dalam melakukan persepsi terhadap situasi yang dihadapi. Emosi juga dapat  diartikan sebagai perasaan yang dirasakan dalam diri seseorang . selain itu, emosi juga bisa dimaknai sebagai ekspresi  tubuh, termasuk ekspresi wajah. Emosi bukan hanya ungkapan kemarahan saja tentunya, namun perasaan bangga, gembira, senang, rindu, sedih, takut itu semua juga merupakan bentuk emosi.

Tahukah Anda bahwa emosi bermanfaat untuk diri Anda? Beriku ini merupakan peranan penting emosi dalam kehidupan manusia :
1.       Pembangkit energi


Cobalah belajar saat Anda merasa senang atau bahagia, tentu perasaan ini membuat Anda bisa belajar dalam jangka waktu yang lebih lama tanpa merasakan kelelahan. Misalnya ketika seseorang menyukai suasana belajar dengan mendengarkan musik, maka ia lebih bisa berkonsentrasi dan bertahan lama saat belajar dnegan mendengarkan musik karena perasaan senang yang dimilikinya. Demikian juga sebaliknya, jika Anda belajar dalam keadaan terpaksa maka Anda akan mudah merasa lelah saat belajar atau bekerja.
2.       Pembawa pesan
Emosi juga bisa menyampaikan pesan kepada orang lain. Misalnya saat Anda tersenyum, maka ini merupakan pesan yang disampaikan kepada orang lain bahwa Anda merasa senang atau bahagia. Menjadi lebih mudah tentunya bagi kita untuk mengenali emosi orang lain jika kita mengmati orang tersebut dengan detail. Bahkan, kita akan mengenali seseorang yang sedang merasa kecewa saat orang lain menunjukkan muka yang masam. Saat raut wajah seseorang memerah padam bisa jadi itu merupakan pesan bahwa ia sedang marah.
3.       Penguat
Penguat dalam hal ini merupakan penguatan terhadap sesuatu yang disampaikan, atau dapat dikatakan emosi menjadi bahasa tubuh yang memperkuat bahasa lisan yang sedang disampaikan. Misalkan, orangtua yang melihat anaknya lulus dengan predikat cum laude kemudian tersenyum lebar sambil mengatakan “Nak, prestasimu sangat membanggakan”. Saat Anda melihat orang yang sedang mengumpat, lihatlah wajahnya, tentu tidak mungkin jika seseorang mengumpat sambil menunjukkan mimik wajah yang ceria.

Emosi memang sangat bermanfaat dalam kehidupan kita, namun demikian emosi juga bisa berbahaya jika keberadaannya tidak dikendalikan. Lalu bagaimana cara mengendalikannya? Sebelum mengendalikan, kita harus bisa mengenali emosi yang ada di dalam diri kita. Cobalah mengenali emosi yang Anda miliki.
Anda bisa menuliskan perasaan Anda dalam berbagai situasi yang berbeda
Tuliskan sikap atau reaksi yang Anda tunjukkan dalam menghadapi situasi-situasi tertentu.
Tuliskan berbagai perasaan yang Anda rasakan dalam situasi yang berbeda
Tuliskan penyebab dari berbagai reaksi emosi yang Anda rasakan atau Anda tunjukkan
Tuliskan bagaimana Anda menunjukkan emosi Anda keada orang lain
Selamat mencoba untuk mengenali emosi

Harga yang Harus Dibayar : Kesalahan Rekrutmen

Harga yang Harus Dibayar untuk Kesalahan Rekrutmen
Setiap orang yang hidup di dunia ini tentu saja pernah melakukan kesalahan, lalu apakah kesalahan itu hanya berbahaya atau benar-benar merusak, yaa keputusan yang salah akan berbahaya dan berdampak besar di masa yang akan datang. Lalu apa yang akan terjadi jika pengambilan keputusan yang salah terjadi dalam proses perekrutan? Yaa tentu saja sangat berbahaya, bukan hanya tidak adil bagi calon karyawan tapi ada dampak jangka panjang yang lebih luas. Perekrutann yang salah tidak hanya merusak reputasi atau nama baik orang yang melakukan rekrutmen, tidak hanya merusak  reputasi orang yang direkrut, namun kesalahn dalam pengambilan keputusan dalam situasi perekrutan karyawan juga akan merugikan perusahaan.
Karyawan yang buruk tentu saja akan merusak bisnis atau perusahaan setidaknya pada tiga hal mendasar :
1.       Rugi Waktu
Melakukan proses perekrutan karyawan hingga dia mampu bekerja sesuai dengan standar perusahaan tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Waktu yang dibuang tentu tidak sepadan jika dibandingkan dengan performa karyawan yang bersangkutan jika kesalahan perekrutan karyawan terjadi. Jika dengan terpaksa karena performa karyawan yang tidak sesuai dengan tuntutan perusahaan, karyawan tersebut tentu harus diputuskan hubungan kerjanya dengan perusahaan. Pemutusan karyawan memang mudah untuk dilakukan, namun untuk menctak karyawan yang kompeten tentu membutuhkan waktu lagi dan harus memulai proses dari awal. Beberapa survei membuktikan bahwa perusahaan membutuhkan waktu enam bulan untuk mencapai breakevent point dari proses perekrutan yang dilakukan.
2.       Rugi Biaya
Biaya psikotes, biaya tes kesehatan, biaya training, dan tentu saja biaya gaji yang telah dibayarkan tentu tidak sesuai dengan pemasukan bagi perusahaan jika pengambilan keputusan dalam rekrutmen salah. Terlebih jika jumlah itu dikalikan dengan resiko jumlah bulan yang harus ditanggung selama karyawan yang bersangkutan sedang bekerja.
3.       Performa perusahaan rendah

Kesalahan pegambilan keputusan dalam rekrutmen tidak hanya merusak proyek secara sempit. Performa buruk dalam diri karyawan yang disebabkan karena kesalahan dalam perekrutan karyawan tentu juga akan berdampak pada karyawan lain atau bahkan departemen atau divisi lain yang ada dalam perusahaan. Ini seperti halnya Anda membawa sebuah bangkai ke kantor, bangkai ini akan tercium di awal kemudian menyebabkan penyakit yang tak kunjung dapat disembuhkan sebelum bangkai itu hilang.