Menurut Piaget dalam teori belajar
sosial, perkembangan moral ada beberapa hal mempengaruhinya, antara lain adalah
1. reinforcement
2. adanya model
3. situasi/kondisi
4. kontrol/kendali diri
5. perhatian dari lingkungan terutama lingkungan keluarga.
Pemberian reinforcement terhadap
perilaku anak akan memabantu menumbuhkan perilaku moral pada anak. Dengan
memberikan hadiah atas perilaku anak yang sesuai dengan aturan dan perjanjian
sosial (moral), mereka akan mengulangi perilaku itu. Sebaliknya dengan
memberikan hukuman terhadap perilaku yang bertentangan atau tidak sesuai dengan
moral akan mengurangi bahkan menghilangkan perilaku tersebut.
Hal penting lain yang juga dapat
mempengaruhi perkembangan moral adalah situasi. Anak akan berperilaku biasanya
terkait dengan situasi dimana ia melakukan aktivitas. Anak akan melakukan
perbuatan yang melanggar norma bila didukung oleh situasi. Misalnya seorang
anak akan mencuri sepatu jika tidak ada orang lain, dan tidak akan mencuri jika
ada orang lain. Atau anak dapat mencontek pada pelajaran bahasa, tapi tidak
dapat mencontek pada pelajaran matematika. Karena itu situasi juga mempengaruhi
perilaku moral anak.
Piaget juga yakin bahwa kemampuan
seseorang untuk dapat bertahan dari godaan berkaitan dengan perkembangan
pengendalian diri. Anak-anak harus mengatasi dorongan-dorongan atas sesuatu
yang mereka inginkan karena hal tersebut dilarang atau melanggar norma. Agar
anak dapat mencapai kemampuan mengontrol diri ini, mereka harus belajar
bersabar dan mau menunda kesenangan. Teori belajar berpendapat bahwa
faktor-faktor kognitif penting dalam perkembangan kontrol diri pada anak.
Anak-anak yang mengalami permasalahan
dengan dirinya dan orang lain (sering melakukan tindakan yang melanggar hukum/
kenakalan) biasanya adalah anak yang kehilangan kasih sayang dari orang tuanya.
Karena merasa tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang itulah anak akan
melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian orang dewasa.
Aktivitas tersebut kebanyakan berupa aktivitas negative tersebut dapat berupa
tidak patuh, melawan yang sering juga disebut sebagai kenakalan.











