Tuesday, December 1, 2015

Moral Anak


Menurut Piaget dalam teori belajar sosial, perkembangan moral ada beberapa hal mempengaruhinya, antara lain adalah 
1.     reinforcement
2. adanya model
3. situasi/kondisi
4. kontrol/kendali diri
5. perhatian dari lingkungan terutama lingkungan keluarga.
 
Pemberian reinforcement terhadap perilaku anak akan memabantu menumbuhkan perilaku moral pada anak. Dengan memberikan hadiah atas perilaku anak yang sesuai dengan aturan dan perjanjian sosial (moral), mereka akan mengulangi perilaku itu. Sebaliknya dengan memberikan hukuman terhadap perilaku yang bertentangan atau tidak sesuai dengan moral akan mengurangi bahkan menghilangkan perilaku tersebut.
Image result for moral developmentDalam menumbuhkan perilaku moral juga dapat dipengaruhi oleh model yang ditiru oleh anak. Bila figure atau seorang model menunjukkan perilaku yang sesuai dengan norma atau moral anak akan cenderung mengikuti model tersebut. Model dalam hal ini adalah model yang paling dekat dengan anak, sering berinteraksi dengan anak serta dapat diterima oleh anak. Sehingga akan sangat mempengaruhi perilaku dan persepsi anak.
Hal penting lain yang juga dapat mempengaruhi perkembangan moral adalah situasi. Anak akan berperilaku biasanya terkait dengan situasi dimana ia melakukan aktivitas. Anak akan melakukan perbuatan yang melanggar norma bila didukung oleh situasi. Misalnya seorang anak akan mencuri sepatu jika tidak ada orang lain, dan tidak akan mencuri jika ada orang lain. Atau anak dapat mencontek pada pelajaran bahasa, tapi tidak dapat mencontek pada pelajaran matematika. Karena itu situasi juga mempengaruhi perilaku moral anak.
Piaget juga yakin bahwa kemampuan seseorang untuk dapat bertahan dari godaan berkaitan dengan perkembangan pengendalian diri. Anak-anak harus mengatasi dorongan-dorongan atas sesuatu yang mereka inginkan karena hal tersebut dilarang atau melanggar norma. Agar anak dapat mencapai kemampuan mengontrol diri ini, mereka harus belajar bersabar dan mau menunda kesenangan. Teori belajar berpendapat bahwa faktor-faktor kognitif penting dalam perkembangan kontrol diri pada anak.Image result for moral development

Anak-anak yang mengalami permasalahan dengan dirinya dan orang lain (sering melakukan tindakan yang melanggar hukum/ kenakalan) biasanya adalah anak yang kehilangan kasih sayang dari orang tuanya. Karena merasa tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang itulah anak akan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menarik perhatian orang dewasa. Aktivitas tersebut kebanyakan berupa aktivitas negative tersebut dapat berupa tidak patuh, melawan yang sering juga disebut sebagai kenakalan.

KECERDASAN SPASIAL


Kecerdasan spasial dalam teori Gardner, multiple intelligence, merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan gambar dan visualisasi. Kecerdasan ini juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk merasakan dunia visual spatial secara akurat dan menunjukkan kinerja transformasi terhadap persepsi. Kecerdasan ini tentunya melibatkan kemampuan anak dalam melakukan visualisasi gambar di dalam pikirannya atau membayangkannya dalam bentuk dua atau bahkan tiga dimensi secara nyata di dalam pikirannya. Individu yang memiliki kcerdasan spasial dapat memvisualisasikan secara jelas apa yang sedang dipikirkannya. Seorang anak yang mempunyai kecerdasan visual ruang akan mempunyai kemampuan menangkap kesan dan menggambarkan bentuk, ruang, warna, dan garis termasuk kemampuan mempersembahkan ide visual dan ruang secara grafis. Karakteristik lain yang mencirikan bahwa seseorang memilki kecerdasan spasial adalah kecepatannya dalam meperkirakan jarak dan ruang.
Image result for KECERDASAN SPASIAL
Seseorang yang mempunyai kecerdasan ini dapat menggambar di dalam pikirannya serta menuangkannya secara visual di atas kertas. Kecerdasan ini juga mampu membuat seseorang selalu sadar akan posisi relatifnya dalam koordinat ruang dan waktu. Orang yang tingkat kecerdasan visual ruangnya kurang akan selalu merasa bingung untuk mengingat jalan dan tempat dimana dia tinggal, meskipun dia sudah tinggal untuk jangka waktu yang sudah lama. Orang yang tersesat di perjalanan ialah orang yang mengalami disorientasi ruang. Mereka juga termasuk ke dalam golongan tak cerdas ruang dalam spasialnya Sementara mereka yang termasuk kedalam golongan cerdas ruang, mampu menggunakan warna secara sempurna, membaca peta dengan baik, serta mempunyai daya imajinasi yang sangat kuat.
Kecerdasan spasial ini dipengaruhi perkembangan kognitif anak. Contohnya, di bawah 7 tahun, selagi masih berada pada tahap konkret, anak hanya akan mencerna segala sesuatu yang bisa ditangkapnya dengan panca indera. Yakni bila objek tersebut bisa dilihat, dipegang, dicium, didengar dan dirasa. Kecerdasan spasial anak bisa terasah maksimal, tentu harus ada usaha, karena sifatnya abstrak, maka cara mengajarkannya juga harus dengan mengkonkretkannya agar mudah dipahami Keterampilan anak bermain lego (mainan 3 dimensi) menjadi awal pengembangan kecerdasan ini. Kecerdasan spasial ini dibutuhkan untuk profesi-profesi seperti arsitek, pilot, pelukis, pemahat

Sunday, November 29, 2015

Mewarnai, Mudah dan Murah untuk Terapi





Teringat dulu saya membuat acara family gathering di kantor X ya sederhana  saja, bagikan kertas untuk mewarnai dan sediakan pensil warnanya dengan demikian maka kita bisa melihat (observasi maksud saya) bagaimana seseorang memperlakukan keluarganya Nah ketika jumlah pewarnanya terbatas dan harus berbagi dengan keluarga yang lain itu akan menjadi semakin seru lagi

Saat ini ternyata mewarnai menjadi tren lagi di kalangan orang dewasa
Selain banyak yang menyediakan gambar-gambar yang bisa diunduh di internet juga sudah banyak dijual bentuk hardcopy nya di toko-toko buku, atau di papan-papan dengan tema mewarnai bagi orang dewasa juga telah banyak disajikan

Bukan tanpa alasan tentunya media-media mewarnai itu bermunculan, Judul atau temanya pun bermacam-macam, seperti taman rahasia, dunia saya, ide baru, binatang, tumbuhan, motivasi, dan masih banyak tema-tema yang lain 



Ternyata dalam beberapa jurnal kajian psikologi juga telah dibahas manfaat dari terapi mewarnai bagi orang dewasa.
Selain meredakan stres, menghilangkan kebosanan, berekspresi, dan mengisi waktu luang ternyata mewarnai atau terapi seni yang lain juga mampu mengaktifkan otak kanan yang banyak berhubungan dengan emosi. 
Selain itu, terapi ini juga mampu menumbuhkan kreativitas sehingga juga mampu membuat orang berpikir kritis, out of the box, berani mencoba. Bahkan bagi para penderita penyakit kronis, seni juga mampu meredakan rasa nyeri  Cobalah ini sangat menyenangkan 
Terlebih jika gambar-gambar tersebut juga dilengkapi dengan kata-kata yang menumbuhkan motivasi, tentu akan meningkatkan keinginan bagi seseorang untuk menyelesaikan proses terapi seni yang sedang dilakukannya. Jika telah usai mewarnai bisa jadi hasil karyanya dipajang di tempat-tempat tertentu yang mudah untuk dilihat, maka hal itu juga akan menumbuhkan kebanggaan tersendiri bagi seseorang. Kebanggaan atas hasil karya yang dimiliki juga akan membuat seseorang menjadi lebih percaya diri dalam kehidupannya.







Saturday, October 31, 2015

Sekelumit Tentang Ingatan

Manusia dibekali kemampuan mengingat akan pengalaman masa lampau oleh Tuhan yang menunjukkan bahwa manusia mampu untuk menyimpan dan memunculkan kembali informasi maupun hal-hal yang pernah dialaminya.
Menurut Walgito (1994), ingatan merupakan kemampuan untuk menerima atau memasukkan, menyimpan, dan mengeluarkan kembali hal- hal yang telah lampau.
Ada beberapa tahapan dalam ingatan seseorang, yaitu : (Drever,1960)
1.    Memory Sensory
Adalah ingatan yang terjadi dalam sekejap, yang berbentuk :
a.        Ichonic memory, yaitu informasi yang diterima berbentuk visual image, lamanya ¼  sampai ½ detik.
b.        Echoic memory, yaitu informasi yang diterima berdasar auditif image, lamanya kurang lebih 4 detik.
2.         Short Term Memory
Adalah memory yang diperhatikan, didefinisikan, dan dimasukkan dalam memori dengan segera tetapi hilang dalam beberapa menit.
3.     Long Term Memory
Adalah ingatan tentang sesuatu yang dialami oleh manusia yang disimpan dalam jiwanya, dan sewaktu-waktu dapat dimunculkan kembali.
            Setiap proses belajar akan menimbulkan traces / jejak-jejak dalam diri seseorang, dimana traces ini sementara disimpan dalam ingatan dan dimungkinkan untuk dimunculkan kembali. Jejak-jejak ini disebut Memory Traces. Ada kalanya terjadi memori trace hilang , inilah yang disebut sebagai kelupaan.
Hal-hal yang menimbulkan kelupaan antara lain adalah kecerobohan dalam mempersepsi ketika memasukkan informasi, penyimpanan yang kurang baik, dan gangguan-gangguan dalam mengeluarkan kembali misalnya terjadi blocking.
Kemampuan seseorang dalam hal cepat lambatnya memasukkan materi dan banyak sedikitnya jumlah materi berbeda  satu sama lain. Hal- hal yang berarti akan lebih mudah untuk dipelajari, diterima dan diingat daripada hal-hal yang tidak berarti.
   Penyelidikan tentang memori pertama kali dilakukan oleh Ebbinghaus pada tahun 1985 dengan materi yang digunakan berupa nonsense syllably sebagai kontrol dalam proses belajar dan recall memory. Dari penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa :
1.        Makin banyak pengulangan dalam membaca maka daya ingatnya akan makin tajam.
2.        Subjek akan lebih banyak mengingat jika stimulus diberikan secara perlahan-lahan.
3.        Makin lama selang waktu antara proses memasukkan dengan proses pemunculannya, makin banyak yang terlupakan.
4.        Posisi item dalam daftar kata mempengaruhi daya ingat subjek ( Witting and William, dalam Walgito 1994 ). 
          Berkaitan dengan interval atau jarak antara memasukkan dengan memunculkan kembali ingatan, fungsi menimbulkan kembali hal-hal yang telah dimasukkan dibedakan antara mengingat kembali (recall) dan mengenal kembali (recognize).
     Recall adalah menimbulkan kembali apa yang disimpan tanpa ada obyek sebagai stimulus. Recognize adalah individu memunculkan kembali apa yang disimpannya dengan dibantu oleh adanya obyek sebagai stimulus.
    Ada 2 teori yang menyebutkan tentang ingatan :
1.     Teori Antropi
Menitikberatkan pada lama interval dalam mengingat. Kelupaan terjadi karena ingatan telah lama tidak dimunculkan dalam kesadaran.
2.     Teori Interferensi

Menitikberatkan pada isi interval dalam mengingat.  Kelupaan terjadi karena jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk mengganggu satu sama lain.

Masalah = Beban ????


        Sering punya masalah?? Kalo nggak kaya’nya impossible alias nggak mungkin. Sebenernya hidup tuh buat nyelesaiin masalah yang ada, bukan bikin masalah loh.
$ Kalo kamu ngerasa punya masalah, coba deh inget tentang air dalam gelas. Coba aja angkat sebentar, pasti ringan dan kita nggak kesulitan angkat gelas itu, tapi coba aja angkat gelas itu dua jam aja, nggak perlu sehari. Pasti kamu bakalan ngerasa berat.
$  Apa yang harus kamu lakukan untuk membuat beban itu menjadi ringan lagi??? Coba letakkan gelas itu sebentar, terasa ringan lagi kan gelasnya.??
$ Begitu juga dengan masalah. Masalah adalah cobaan yang harus kita hadapi. Kita sering menghadapi berbagai masalah dalam satu waktu. Yaaa…kalo mau masalah itu kerasa berat coba aja pikirkan terus dari pagi sampai sore, mungkin sampe lupa makan. Berat kan. Dah tau kan. Kalo kamu punya masalah mendingan pikirin satu dulu baru pikiran masalah yang lain. OK pren?!



Manusia tumbuh dan berkembang, masalah yang terjadi dalam diri kita itulah yang nantinya akan membuat kita menjadi semakin dewasa dan tahu betapa besar artinya hidup dan kehidupan





Hidup ini harus dijalani waktu demi waktu, hari demi hari, tak kan mungkin kita merangkap beberapa waktu sekaligus menjadi satu waktu

Wednesday, October 28, 2015

Kenali Dirimu : Who Am I

Berikut ini kamu bisa mencoba, seberapa keterampilanmu untuk mengenal dirimu sendiri
SS  à sangat sesuai                                          KS  à kurang sesuai
S    à sesuai                                                        TS  à tidak sesuai
R    à ragu-ragu / tidak tahu

Ingat!! Semua jawaban benar asal sesuai dengan dirimu dan hati nuranimu
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgubce6jDzo0IgL_dEHrBYJOWgXdvtFG6T7YuiclIuiE7nYjYvdXxmCgzbpe6td97fwz8SQl1u0Srp8Ed2u83HrMIwsviAZjj0BCzuqM8Gf5VDOvIrLUrR6K9tHUBq0qRbTzPQKfBvaAZc/s1600/14737877-vector-symbol-of-question-mark-isolated-on-white-background.jpg
no
Saya adalah
Pilihan Kamu
1
Andai mungkin, saya ingin menjadi orang lain
SS
S
R
KS
TS
2
Saya ragu-ragu terhadap yang saya lakukan
SS
S
R
KS
TS
3
Saya sering bingung saat mengambil keputusan
SS
S
R
KS
TS
4
Saya merasa mudah putus asa
SS
S
R
KS
TS
5
Rasanya orang lain tidak bisa menerima saya
SS
S
R
KS
TS
6
Saya tidak berarti untuk orang lain
SS
S
R
KS
TS
7
Ada banyak hal dalam diri saya yang ingin saya ubah
SS
S
R
KS
TS
8
Saya bisa menyampaikan pendapat pada orang lain sehingga orang lain paham
SS
S
R
KS
TS
9
Saya adalah pribadi yang menarik
SS
S
R
KS
TS
10
Saya tahu arti sukses untuk saya
SS
S
R
KS
TS
11
Saya pantas untuk mencapai sukses
SS
S
R
KS
TS
12
Penampilan saya cukup menarik
SS
S
R
KS
TS

SKORKU


> 48
Aku sudah berkembang sesuai dengan tahapan usiaku sekarang, aku harus mengembangkan diri secara berkelanjutan
24 - 48
Aku akan coba mencari penyebab keraguan dan menetapkan prioritas yang menjadi tujuan / cita-citaku
< 24
Aku harus terus mengembangkan diriku, kalau tidak sekarang kapan lagi?