Kecerdasan spasial dalam teori
Gardner, multiple intelligence, merupakan kecerdasan yang berkaitan dengan
gambar dan visualisasi. Kecerdasan ini juga dapat didefinisikan sebagai kemampuan
untuk merasakan dunia visual spatial secara akurat dan menunjukkan kinerja
transformasi terhadap persepsi. Kecerdasan ini tentunya melibatkan kemampuan
anak dalam melakukan visualisasi gambar di dalam pikirannya atau membayangkannya
dalam bentuk dua atau bahkan tiga dimensi secara nyata di dalam pikirannya.
Individu yang memiliki kcerdasan spasial dapat memvisualisasikan secara jelas
apa yang sedang dipikirkannya. Seorang anak yang mempunyai kecerdasan visual
ruang akan mempunyai kemampuan menangkap kesan dan menggambarkan bentuk, ruang,
warna, dan garis termasuk kemampuan mempersembahkan ide visual dan ruang secara
grafis. Karakteristik lain yang mencirikan bahwa seseorang memilki kecerdasan
spasial adalah kecepatannya dalam meperkirakan jarak dan ruang.
Seseorang yang mempunyai kecerdasan
ini dapat menggambar di dalam pikirannya serta menuangkannya secara visual di
atas kertas. Kecerdasan ini juga mampu membuat seseorang selalu sadar akan
posisi relatifnya dalam koordinat ruang dan waktu. Orang yang tingkat
kecerdasan visual ruangnya kurang akan selalu merasa bingung untuk mengingat
jalan dan tempat dimana dia tinggal, meskipun dia sudah tinggal untuk jangka
waktu yang sudah lama. Orang yang tersesat di perjalanan ialah orang yang
mengalami disorientasi ruang. Mereka juga termasuk ke dalam golongan tak cerdas
ruang dalam spasialnya Sementara mereka yang termasuk kedalam golongan cerdas
ruang, mampu menggunakan warna secara sempurna, membaca peta dengan baik, serta
mempunyai daya imajinasi yang sangat kuat.
Kecerdasan spasial ini dipengaruhi
perkembangan kognitif anak. Contohnya, di bawah 7 tahun, selagi masih berada
pada tahap konkret, anak hanya akan mencerna segala sesuatu yang bisa
ditangkapnya dengan panca indera. Yakni bila objek tersebut bisa dilihat,
dipegang, dicium, didengar dan dirasa. Kecerdasan
spasial anak bisa terasah maksimal, tentu harus ada usaha, karena sifatnya
abstrak, maka cara mengajarkannya juga harus dengan mengkonkretkannya agar
mudah dipahami Keterampilan anak bermain lego (mainan
3 dimensi) menjadi awal pengembangan kecerdasan ini. Kecerdasan spasial ini
dibutuhkan untuk profesi-profesi seperti arsitek, pilot, pelukis, pemahat
No comments:
Post a Comment