Friday, May 2, 2014

Wawancara Kompetensi

Kompetensi saat ini menjadi sebuah kata yang begitu sering kita dengar, sehingga tidak asing lagi. Mulai dari dunia pendidikan hingga dunia kerja kesemuanya menjadikan kompetensi sebagai muara yang ingin dicapai. Begitu juga dengan wawancara berbasis kompetensi (wawancara kompetensi) yang muaranya adalah mendapatkan calon karyawan sesuai dengan kualifikasi kompetensi yang dipersyaratkan perusahaan.
Tujuan wawancara kompetensi tidak hanya ingin mengetahui bagaimana seorang karyawan mampu untuk bekerja, namun hasil wawancara kompetensi dapat melengkapi bahan dalam melakukan pengamblan keputusan seorang karyawan direkrut oleh perusahaan atau tidak. Wawancara kompetensi juga digunakan sebagai bahan pelengkap terhadap hasil tes yang telah dilakukan oleh calon karyawan pada tahap rekrutmen sebelumnya.
Wawancara kompetensi tentu berbeda dengan wawancara terhadap pribadi yang dimiliki oleh calon karyawan. Pertanyaan wawancara yang dilakukan membutuhkan informasi mengenai kompetensi yang telah dilakukan oleh kandidat. Kandidat akan diminta untuk menjawab dengan memberikan contoh yang nyata sebagai dasar jawaban. Kandidat tidak hanya diminta untuk menjelaskan dalam arti luas dengan menggunakan imajinasi dan analisis saja. Namun sealiknya, kandidat harus menjelaskan dalam situasi tertentu dari kehidupan yang pernah dialami, misalnya dalam melakukan pengambilan keputusan, menyelesaikan konflik, melakukan adaptasi dan hal-hal lain yang membutuhkan keahlian yang sesuai dengan posisi pekerjaan tertentu.

Para profesional dalam bidang perekrutan akan mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai potensi kandidat untuk mendukung kinerja perusahaan dari contok kinerja yang dilakukan di masa lalu. Namun demikian, bagi kandidat yang baru saja lulus dari proses pendidikan dan belum memiliki pengalaman kerja tentu tidak mungkin bagi pewawancara untuk menanyakan situasi kerja sebelumnya. Pewawancara tentu akan menggali lebih dalam mengenai kegiatan yang memungkinkan untuk menunjukkan kompetensi yang dimiliki oleh kandidat.