Saat ini media sosial sedang diramaikan oleh maraknya tes
yang akan dilakukan di berbagai departemen pemerintahan. Pemerintah akan
melaksanakan seleksi kandidat karyawan di beberapa lembaga melalui tes CPNS. Tes
CPNS saat ini juga berkembang pesat sesuai dengan kondisi kemajuan teknologi di
Indonesia. Model tes yang digunakan saat ini adalah tes dengan menggunakan
sistem Computer Assisted Test (CAT) yang lebih cepat prosesnya jika
dibandingkan dengan metode manual. Keterangan selengkapnya dapat dilihat di http://www.pengumuman-cpns.com/formasi-cpns-2/pengumuman-rincian-formasi-asn-perpustakaan-nasional-ri-tahun-anggaran-2014.html
Anda sebagai calon peserta tes tentu telah mengetahui materi
apa saja yang menjadi bahan tes dalam seleksi CPNS tersebut. Di antara Anda
mungkin ada yang sedang melamar pekerjaan lain selain PNS dan mengharuskan Anda
untuk mengikuti psikotes. Beberapa dari Anda mungkin bingung dengan psikotes,
kemudian mencari berbagai sumber informasi mengenai psikotes, atau bahkan
membeli buku psikotes, mendownload materi atau soal psikotes, dan juga mulai belajar
mengerjakan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan psikotes yang Anda baca.
Mempelajari psikotes tentu bukanlah sesuatu yang dilarang
dan siapa pun bisa mengaksesnya. Namun Anda perlu mengetahui apa psikotes itu
sebelum Anda menguras energi untuk mengerjakan psikotes.
Tes psikologi atau yang sering disebut dengan psikotes pada
dasarnya merupakan alat pengukuran yang objektif yang baku untuk mengukur sampel perilaku tertentu (Anastasi,
1997). Tes (psikotes) sebagai sebuah alat tentu bisa menjadi alat pengukur yang
baik atau buruk tergantung dari bagaimana prosedur penggunaannya.
Lalu apa yang harus dipersiapkan untuk mengikuti psikotes? Apakah
Anda perlu mengerjakan soal-soal psikotest, atau Anda perlu berkonsultasi
dengan psikolog, atau Anda akan mengikuti pelatihan tes, atau Anda cukup
mempersiapkan kondisi untuk mengahadapi tes? Ya tentu semua itu pilihan bagi
Anda.