Holland beranggapan bahwa pada
masa remaja akhir, kebanyakan orang dapat dikategorikasikan berdasarkan enam
tipe kepribadian, yaitu Realistic, Investigative, Artistic, Social,
Enterprising, dan Conventional, yang sering disebut sebagai tipologi RIASEC. Setiap
tipe keunikan dalam pilihan aktivitas, sikap, kemampuan, dan nilai bagi
individu.
http://www.coolyat.com/2013/03/what-is-best-career-for-you.html?m=1Gambaran tipologi RIASEC dan pengembangannya berdasarkan tipe kepribadian bukan merupakan tujuan akhir teori Holland, akan tetapi hasil dari interaksi yang kompleks dari berbagai budaya, kekuatan personal, termasuk teman sebaya, faktor genetik, pola asuh orangtua, kelas sosial, dan perbedaan lingkungan fisik. Berdasarkan beberapa faktor tersebut, Holland meyakini bahwa saat seseorang mulai memilih aktivitas, kemudian pilihan tersebut menjadi minat yang kuat dan menjadi kompetensi yang terus dikembangkan yang membuat seseorang memilih pengalaman-pegalaman tertentu dibandingkan pengalaman yang lain. Hal ini semakin memperkuat minat dan kemampuan secara berkelanjutan, minat dan kompetensi yang dimiliki akan membuat seseorang memiliki kepercayaan sebagai watak atau sifat yang dapat memprediksikan pilihan dan perilaku individu di masa mendatang.
Holand juga menjelaskan bahwa seseorang tidak harus dipaksakan untuk dikategorisasikan dalam satu tipe saja. Beberapa orang memiliki tipologi dominan yang mirip atau tipe lainnya (sebagai subtipe) yang juga memiliki kemiripan. Holand merekomendasikan membuat peringkat dari enam tipologi untuk menggambarkan seseorang. Berdasarka enam tipologi Holand, setidaknya ada 720 pola kombinasi tipe yang berbeda-beda. Secara sederhana, hal ini disebbakan karena kompleksitas dan perbedaan individu yang menjadikannya unik. Secara praktis cukup digunakan tiga kode tipe (yang disebut sebagai kode Holland), tipe tersebut dibuat berdasar kemiripan dari individu.
Untuk melakukan asesmen terhadap kemiripan tipe RIASEC menurut Holland, konselor dapat meggunakan instrumen alat ukur yang dikembangkan oleh Holland, yaitu VPI dan SDS. Skala RIASEC juga dibuat untuk hampir semua skala minat, termasuk SII, ACT interest inventory, dan ASVAB. Alat ukur tersebut menyediakan skor minat yang mendefinisikan lebih sempit mengenai minat daripada RIASEC secara luas. Pada intinya RIASEC ini digunakan sebagai alat ukur untuk memudahkan kerangka berpikir dalam pengukuran konstruk karir yang relevan.
Holland menyimpulkan bahwa
individu, lingkungan pekerjaan, dan lingkungan pendidikan juga dapat
dikategorikan sebagai kemiripan mereka terhadap tipologi RIASEC. Setiap tipe
lingkungan memiliki kesempatan yang unik dan cenderung membutuhkan keterampilan
yang mumpuni. Seperti halnya manusia, demikian juga lingkungan yang cukup
kompleks dan memiliki kemiripan dengan tipe RIASEC, dan pembuatan peringkat
dari tipe-tipe itu sangat bermanfaat, dan demikian juga tiga poin kode Holland
sering digunakan untuk menggambarkan lingkungan.
Salah satu cara untuk menentukan tipe lingkungan adalah didasarkan pada kepribadian dari orang-orang yang bekerja di dalamnya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Holland “Saat orang-orang berkumpul, mereka menciptakan lingkungan yang merefleksikan tipe-tipe yang mirip dengan mereka.
Salah satu cara untuk menentukan tipe lingkungan adalah didasarkan pada kepribadian dari orang-orang yang bekerja di dalamnya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Holland “Saat orang-orang berkumpul, mereka menciptakan lingkungan yang merefleksikan tipe-tipe yang mirip dengan mereka.

No comments:
Post a Comment