Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
oleh orangtua ketika memilih sekolah untuk anaknya. Salah satu hal yang
menuntut perhatian khusus dari orangtua adalah bagaimana gaya belajar anak
selama di sekolah. Hal ini diperlukan untuk menyesuaikan pilihan sekolah dengan
gaya belajar anak sehingga anak-anak bisa belajar secara optimal di sekolah
mereka.
Gaya belajar berdasarkan orientasi belajar
anak yaitu :
1.
Student centered
Gaya belajar di sekolah
yang lebih berorientasi pada siswa, sehingga siswa mendapat porsi atau kesempatan yang lebih
banyak untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar di sekolah, misalkan
dengan mengerjakan tugas, mencoba, bereksperimen, membaca, atau kegiatan lain yang dikerjakan oleh dirinya sendiri dan keterlibatan guru
dalam proses belajar ini sangat
minimal. Keuntungan dari gaya belajar ini membuat siswa menjadi memiliki
kebebasan seluas-luasnya untuk bereksplorasi tentang apa saja yang ingin
diketahuinya.
2.
Teacher centered
Gaya belajar di sekolah yang
lebih banyak melibatkan guru dalam proses belajar. Guru lebih aktif memberikan
materi pengajaran kepada siswanya. Gaya belajar ini juga cocok untuk anak-anak
yang memerlukan bantuan secara khusus untuk proses belajarnya yang dilakukan
selama di sekolah. Lingkungan belajar yang digunakan untuk gaya belajar ini
adalah lingkungan yang terstruktur sebagai tempat belajar.
Berdasarkan instruksional, gaya belajar
anak dapat dibedakan menjadi :
1.
Gaya bersaing
Siswa akan belajar dengan
persaingan yang tinggi, sehingga akan sangat dibedakan anak yang memiliki
kemampuan yang tinggi, dengan anak-anak yang memiliki kemampuan biasa, kondisi
ini jika diciptakan secara baik maka akan menimbulkan persaingan yang sehat
dalam diri anak. Dperlukan situasi yang tidak mengolok-olok anak yang kurang
dapat menunjukkan dirinya untuk menjadi juara di suatu bidang. Gaya belajar ini
cocok diberikan untuk anak-anak yang sudah mampu mengerjakan tugas secara
mandiri.
2.
Gaya kerjasama
Gaya belajar ini akan melibatkan
lebih dari satu orang siswa yang memungkinkan mereka untuk melakukan kerjasama
dengan siswa lain, suatu tugas akan dianggap baik apabila hasil yang diberikan
merupakan hasil kerjasama yang solid antara satu siswa dengan siswa yang lain.
Gaya belajar ini cocok bagi anak-anak yang kurang mampu untuk emlakukan
sosialisasi dengan teman-temannya. Gaya belajar ini memungkinkan anak untuk
bisa lebih berkembang secara sosial. Anak juga akan belajar berempati untuk
mengerti dan emmahami yang dirasakan dam ekmampuan yang dimiliki oleh siswa
yang menjadi teman kerjasama dengan dirinya dalam menyelesaikan suatu tugas.
3.
Gaya menyendiri
Gaya belajar yang lebih
menekankan untuk tercapainya tugas-tugas yang harus diselesaikan secara pribadi.
Gaya belajar ini cocok digunakan untuk siswa yang mampu belajar secara sendiri
atau dapat juga digunakan untuk anak-anak yang akan menghadapi ujian di
sekolah. Gaya belajar ini juga bisa digunakan untuk situasi belajar home
schooling.
4.
Gaya partisipasi
Gaya belajar yang lebih
melibakan anak untuk bepartisipasi secara aktif, baik partisipasi dalam
kelompok, maupun partisipasi dalam proses belajar di kelas. Proses belajar ini
cocok digunakan untuk anak-anak yang ingin berpendapat secara bebas
5.
Gaya tergantung
Gaya belajar yang difasilitasi
secara penuh oleh guru. Cara belajar ini cocok digunakan untuk anak-anak yang
memiliki kebutuhan khusus dalam proses belajarnya di sekolah karena dirinya
memiliki ketergantungan tinggi. Tingkat ketergantungan siswa ini dapat
dikurangi sedikit demi sedikit sesuai tingkat kebutuhan siswa dalam memerlukan
bantuan orang lain.
6.
Gaya mandiri
Gaya belajar mandiri ini
cocok digunakan untuk anak-anak yang sudah bisa belajar secara sendiri. Siswa
sudah bisa mengotimalisasikan potensi yang dimilikinya. Fungsi guru bagi siswa
mandiri adalah sebagai mentor, hanya memberkan petunjuk, kemudian memberikan umpan balik terhadap yang
dkerjakan oleh siswanya.
Berdasarkan modalitas yang dimiliki siswa,
maka gaya belajar dapat dibedakan menjadi :
1.
Visual
Berikut
ini beberapa ciri-ciri pembelajar gaya visual :
•
Mengingat apa yang dilihat
daripada yang didengar
•
Tidak pandai memilih kata-kata
dalam bicara
•
Tidak terganggu dengan
keributan
•
Sulit mengingat
instruksi/perintah dalam bahasa lisan
•
Pembaca cepat dan tekun
•
Lebih suka baca daripada
dibacakan
•
Rapi, teratur, teliti,
perencana yang baik
•
Belajar dengan gambar, diagram
dan peta
•
Membuat coretan, simbol, tanda2
penting
•
Gunakan video, gambar2 berwarna
•
Membuat pengelompokan
2.
Auditori
Berikut
ini beberapa ciri-ciri pembelajar gaya auditori :
•
Suka bicara kepada diri sendiri
waktu belajar
•
Mudah terganggu oleh keributan
waktu belajar
•
Mempunyai kesulitan menulis
yang banyak, tetapi hebat dalam bercerita
•
Dapat mengingat dengan baik apa
yang dipelajari dari diskusi daripada yang dilihat
•
Suka menjelaskan dengan panjang
lebar
Gaya belajar tersebut akan lebih sesuai bila melakukan proses belajar
dengan cara :
•
Membaca dengan suara/bercerita
•
Menulis ulang yang
dipelajari/ringkasan
•
Diskusi, berdebat, wawancara
•
Mendengar melalui kaset, mengikuti seminar, mengikuti lokakarya
3.
Kinestetik
Berikut
ini beberapa ciri-ciri pembelajar gaya visual :
•
Bicara dengan pelan
•
Banyak bergerak, sulit duduk
diam waktu belajar dalam jangka waktu lama
•
Menghafal dengan berjalan bolak
balik
•
Ketika bicara banyak
menggunakan isyarat tubuh
•
Menggunakan jari sebagai
penunjuk ketika sedang membaca
Gaya belajar
tersebut akan lebih sesuai bila melakukan proses belajar dengan cara :
•
Melakukan praktek
•
Mengamati demo/contoh konkret
•
Drama, permainan, aktifitas
lapangan
•
Menggunakan model, lego,
alat-alat praktek, kerajinan tangan, puzzle
•
Menggunakan gerak dalam belajar
Dari berbagai gaya belajar di atas,
orangtua dapat mengajukan pertanyaan berikut terhadap gaya belajar yang
dimiliki putra putrinya
1.
Anak lebih menukai belajar yang
dilakukan secara sendiri atau dilakukan secara berkelompok
2.
Keterampilan khusus apa yang
dimiliki anak yang perlu untuk dikembangkan untuk menjadikan dirinya sukses
dalam kehidupannya
3.
Kebutuhan atau bantuan khusus
seperti apa apa yang dibutuhkan oleh anak dalam melakukan proses belajar di
sekolah
4.
Lingkungan sekolah seperti apa
yang dibutuhkan oleh anak
5.
Bagaimana pola pergaulan anak
dengan teman-teman di sekolahnya dan lingkungan sekitar rumahnya?
Dari berbagai
pertanyaan tersebut maka orangtua dapat memilih sekolah yang sesuai dengan
pertimbangan kebutuhan anak untjk lebih mengembangkan diri, baik secara
akademik, karakter, dan sikap-sikap yang penting bagi anak untuk menunjang
keberhasilan hidup mereka nantinya.
No comments:
Post a Comment