Sunday, January 18, 2015

ANALISIS KEBUTUHAN PELATIHAN


Organisasi atau perusahaan tentu membutuhkan pelatihan untuk mengembangkan perusahaan tersebut. Pelatihan dapat dilakukan untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, atau kompetensi karyawan dalam perusahaan atau anggota dalam organisasi. Agar tujuan sebuah pelatihan dapat tercapai secara optimal maka sebelum pelatihan dilaksanakan perlu dilakukan analisis kebutuhan pelatihan. Cara melakukan analisis kebutuhan dapat dilakukan dengan cara-cara beikut :
. ORGANIZATIONAL ANALYSIS
□   Indeks Efektivitas Organisasi
• Biaya tenaga kerja → meliputi upah yang dibayarkan kepada karyawan, penghargaan yang berupa insentif atau biaya-biaya tunjangan yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memberikan fasilitas dan kesejahteraan bagi karyawan
• Efisiensi produksi →  meliputi sebrapa banyak produk yang dapat dihasilkan perusahaan dalam jangka waktu tertentu yang dibandingkan dengan target produksi yang ditetapkan perusahaan
• Kualitas produk → Kualitas produk dapat dinilai dari respon yang diberikan oleh konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Kualitas produk juga dapat dinilai dari uji kelayakan produk yang dilakukan oleh lembaga-lembaga kepuasan konsumen atau bisa dilakukan dengan survei terhadap kepuasan pelanggan.
• Pemeliharaan → pemeliharaan yang dimaksud adalah pemeliharaan terhadap mesin atau alat yang digunakan untuk produksi. Termasuk bagaimana proses atau sistem yang digunakan untuk menjaga kepuasan karyawan
• Sistem jaminan kecelakaan kerja → meliputi pemberian jaminan dari resiko dalam pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan
• Intensitas kehadiran → dapat diukur prosentase karyawan yang masuk kerja, berapa banyak waktu yang dihgunakan karyawan sebagai jam lembur

□   Perencanaan Suksesi Personalia
• meliputi proses perekrutan karyawan, pengembangan, penggajian hingga pemutusan hubungan kerja dengan karyawan

□   Analisis Iklim Organisasi
·         Meliputi data yang berkaitan dengan perasaan, opini, kepercayaan dan sikap karyawan.
·         Timbulnya perasaan nyaman atau tidak nyaman pada karyawan

□   Budaya Organisasi
• dapat dilihat dari visi, misi, dan artifak yang ada di perusahaan, termasuk seragam yang digunakan oleh karyawan dana bagaimana aturan-aturan yang ada dalam perusahaan dilakukan. Kedisiplinan karyawan juga menunjukkan bagaimana budaya dalam organisasi tersebut

2. OCCUPATIONAL ANALYSIS
q  Job Description
Organisasi ini sudah memiliki job description secara jelas, apakah sudah terealisasi dalam perusahaan secara tepat, bagaimana pemahaman karyawan terhadap job description  yang diberikan perusahaan
q  Job Spesification
Apakah perusahaan memiliki job spesifikasi tugas antara satu bidang dengan bidang yang lain. Spesifikasi karyawan yang dibutuhkan untuk pekerjaan atau tugas-tugas tertentu dalam perusahaan.
q  Standar Kinerja
Standar kinerja dalam organisasi yang digunakan sebagai acuan dalam penilaian kinerja karyawan
q  Pelaksanaan Tugas
Meliputi bagaimana para karyawan yang ada dalam perushaan menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Prosedur yang digunakan karyawan juga dapat menunjukkan pelaksanaan tugas dalam perusahaan.

3. PERSON ANALYSIS

q  Karakter SDM
Karakter sumber daya yang ditempatkan dalam bidang-bidang apakah sudah tepat, dan didasarkan pada kompetensi yang dimiliki oleh masing-masing karyawan


q  Tanggung Jawab terhadap Organisasi
Tanggung jawab masing-masing karyawan terhadap pencapaian kinerja perusahaan
q  Sikap terhadap Pekerjaan
Sikapnya tehadap tugas yang diberikan perusahaan dapat dilihat dari ketepatan waktu dalam penyelesaian pekerjaan.
q  Sikap Decision Maker
Sikap pimpinan dalam perusahaan dan tipe kepemimpinan tentu juga mempengaruhi bagaiamana sebuah perusahaan dapat mencapai tujuan kinerja perusahaan yang ditetapkan


Anda bisa menggunakan cara analisis kebutuhan pelatihan yang sederhana ini dalam perusahaan atau organisasi agar tujuan pelatihan yang dilakukan dapat tercapai secara optimal. Selamat mencoba, semoga sukses

No comments:

Post a Comment