Setiap proses asesmen center dalam berbagai ranah tentu
melibatkan assessor. Beberapa praktisi atau bahkan perusahaan sebagai pengambil
keputusan untuk memilih assessor seringkali kesulitan untuk memilih assessor
dalam assessmen center, menggunakan assessor dari dalam perusahaan (internal)
atau dari luar perusahaan (eksternal). Tentu assessor internal dan eksternal
ini memiliki karakter yang berbeda-beda dengan masing-masing kelebihan dan
keterbatasannya.
Beberapa perusahaan yang telah lama menggunakan asesmen
center sebagai metode assessmen menyarankan untuk menggunakan assessor internal
untuk mengukur kompetensi teknis dan assessor eksternal untuk mengukur
kompetensi behavioral.
Assessor internal seringkali bias
selama proses asesmen center berlangsung. Beberapa pengalaman yang proses
asessmen center yang telah dilaksanakan dengan melibatkan assessor internal dan
asesmen yang mereka lakukan didasarkan pada pngalaman-pengalaman yang terjadi
di luar poses asesmen dibandingkan mempertimbangkan proses asesmen center yang
sedang berlangsung. Hal ini sulit untuk dihindari, meskipun assessor sudah
mengikuti peatihan asesmen center berulang kali, bahkan setelah ia mngikuti
pelatihan assessor yang ersertifikasi. Meski tidak dapat digeneralisasikan
kepada seluruh assessor internal, namun berbagai pengalaman menunjukkan bias
yang terjadi. Pelatihan assessor memang membuat assessor internal menjadi lebih
terampil dalam melakukan proses assessmen center. Namun pelatihan asesmen
center kurang bisa mengurangi bias yang ada dalam diri assessor internal.
Mengapa pertimbangan atas assessor
internal dan eksternal ini perlu untuk dilakukan dalam sebah proses assessmen
center? Hal ini tentu menyangkut tujuan akhir dari dilakukannya asesmen center,
yaitu proses pengambilan keputusan berdasarkan asesmen yang telah dilakukan.
Sumber : Kesimpulan hasil diskusi praktisi Assessment Center
No comments:
Post a Comment