Sunday, March 1, 2015

ASSESSMENT CENTER : Assessor Internal atau Eksternal

Setiap proses asesmen center dalam berbagai ranah tentu melibatkan assessor. Beberapa praktisi atau bahkan perusahaan sebagai pengambil keputusan untuk memilih assessor seringkali kesulitan untuk memilih assessor dalam assessmen center, menggunakan assessor dari dalam perusahaan (internal) atau dari luar perusahaan (eksternal). Tentu assessor internal dan eksternal ini memiliki karakter yang berbeda-beda dengan masing-masing kelebihan dan keterbatasannya.
Beberapa perusahaan yang telah lama menggunakan asesmen center sebagai metode assessmen menyarankan untuk menggunakan assessor internal untuk mengukur kompetensi teknis dan assessor eksternal untuk mengukur kompetensi behavioral.
Assessor internal seringkali bias selama proses asesmen center berlangsung. Beberapa pengalaman yang proses asessmen center yang telah dilaksanakan dengan melibatkan assessor internal dan asesmen yang mereka lakukan didasarkan pada pngalaman-pengalaman yang terjadi di luar poses asesmen dibandingkan mempertimbangkan proses asesmen center yang sedang berlangsung. Hal ini sulit untuk dihindari, meskipun assessor sudah mengikuti peatihan asesmen center berulang kali, bahkan setelah ia mngikuti pelatihan assessor yang ersertifikasi. Meski tidak dapat digeneralisasikan kepada seluruh assessor internal, namun berbagai pengalaman menunjukkan bias yang terjadi. Pelatihan assessor memang membuat assessor internal menjadi lebih terampil dalam melakukan proses assessmen center. Namun pelatihan asesmen center kurang bisa mengurangi bias yang ada dalam diri assessor internal.

Mengapa pertimbangan atas assessor internal dan eksternal ini perlu untuk dilakukan dalam sebah proses assessmen center? Hal ini tentu menyangkut tujuan akhir dari dilakukannya asesmen center, yaitu proses pengambilan keputusan berdasarkan asesmen yang telah dilakukan.
Sumber : Kesimpulan hasil diskusi praktisi Assessment Center

No comments:

Post a Comment