Wednesday, February 18, 2015

Fitur Inti dalam Metode Asesmen Center

Fitur inti dalam metode asesmen center adalah penggunaan tes dalam situasi tertentu untuk melakukan observasi perilaku spesifik dalam diri partisipan.  Tes dalam situasi khusus yang dilakukan partisipan meliputi aktivitas-aktivitas yang menuntut partisipan melakukan persiapan untuk memberikan laporan secara tertulis. Penulisan laporan ini tentu didasarkan pada analisis yang dilakukan oleh partisipan dalm situasi tertentu. Masalah yang dianalisis misalnya masalah dalam manajemen sumber daya manusia, masalah pemasaran produk dalam area tertentu, masalah proses produksi di perusahaan, masalah sistem yang digunakan perusahaan, manajemen pelayanan, manajemen komplain, atau masalah-masalah yang lain yang menuntut partisipan untuk berpikir secara aktif dalam melakukan analisis.
Secara umum, partisipan yang diobservasi diminta untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang ada dalam perusahaan. Biasanya permasalahan yang dipecahkan merupakan masalah yang nyata yang ada dalam perusahaan itu. Kerahasiaan perusahaan tentu harus dijaga, terutama masalah-masalah yang memang tidak boleh diungkap di luar perusahaan. Meskipun penyelesaian dari masalah yang disampaikan bukan merupakan tujuan utama yang harus diselesaikan. Hal utama yang perlu untuk diobservasi oleh assessor adalah interaksi anggota kelompok yang terjadi pada saat menyelesaikan masalah.
Assessor dalam sebuah proses asesmen center yang ideal harus terlatih dan memiliki pemahaman terhadap pelaksanaan asesmen. Assessor yang telah terlatih bisa melakukan pengamatan atau observasi secara mendetail terhadap pastisipan yang terlibat dalam asesmen center. Tugas assessor adalah mengamati perilaku yang muncul pada partisipan, selain itu assessor juga harus melakukan evaluasi secara mandiri terhadap hal-hal yang dilakukan oleh partisipan.

Tentu ada banyak hal, banyak aspek yang dicatat oleh assessor selama proses assessmen center berlangsung. Berbagai informasi ini harus diintegrasikan menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga menghasilkan data asesmen yang komprehensif. Assessor yang satu dengan yang lain harus mndiskusikan bersama-sama dari hasil asesmen yang telah dilakukannya. Hal-hal yang sering didiskusikan dalam diskusi assessor biasanya terkait dengan kelebihan atau kekurangan yang ada dalam diri partisipan, termasuk kategorisasi yang dilakukan assessor dalam satu aspek tertentu.

No comments:

Post a Comment