Fitur inti dalam metode asesmen
center adalah penggunaan tes dalam situasi tertentu untuk melakukan observasi
perilaku spesifik dalam diri partisipan.
Tes dalam situasi khusus yang dilakukan partisipan meliputi
aktivitas-aktivitas yang menuntut partisipan melakukan persiapan untuk memberikan
laporan secara tertulis. Penulisan laporan ini tentu didasarkan pada analisis
yang dilakukan oleh partisipan dalm situasi tertentu. Masalah yang dianalisis
misalnya masalah dalam manajemen sumber daya manusia, masalah pemasaran produk
dalam area tertentu, masalah proses produksi di perusahaan, masalah sistem yang
digunakan perusahaan, manajemen pelayanan, manajemen komplain, atau
masalah-masalah yang lain yang menuntut partisipan untuk berpikir secara aktif
dalam melakukan analisis.
Secara umum, partisipan yang
diobservasi diminta untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang ada
dalam perusahaan. Biasanya permasalahan yang dipecahkan merupakan masalah yang
nyata yang ada dalam perusahaan itu. Kerahasiaan perusahaan tentu harus dijaga,
terutama masalah-masalah yang memang tidak boleh diungkap di luar perusahaan. Meskipun
penyelesaian dari masalah yang disampaikan bukan merupakan tujuan utama yang
harus diselesaikan. Hal utama yang perlu untuk diobservasi oleh assessor adalah
interaksi anggota kelompok yang terjadi pada saat menyelesaikan masalah.
Assessor dalam sebuah proses
asesmen center yang ideal harus terlatih dan memiliki pemahaman terhadap
pelaksanaan asesmen. Assessor yang telah terlatih bisa melakukan pengamatan
atau observasi secara mendetail terhadap pastisipan yang terlibat dalam asesmen
center. Tugas assessor adalah mengamati perilaku yang muncul pada partisipan,
selain itu assessor juga harus melakukan evaluasi secara mandiri terhadap hal-hal
yang dilakukan oleh partisipan.
Tentu ada banyak hal, banyak
aspek yang dicatat oleh assessor selama proses assessmen center berlangsung. Berbagai
informasi ini harus diintegrasikan menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga
menghasilkan data asesmen yang komprehensif. Assessor yang satu dengan yang
lain harus mndiskusikan bersama-sama dari hasil asesmen yang telah
dilakukannya. Hal-hal yang sering didiskusikan dalam diskusi assessor biasanya
terkait dengan kelebihan atau kekurangan yang ada dalam diri partisipan,
termasuk kategorisasi yang dilakukan assessor dalam satu aspek tertentu.
No comments:
Post a Comment