Engagement telah
menjadi isu yang penting bagi perusahaan mulai beberapa tahun terakhir Ini. Perusahaan
mulai berusaha secara serius untuk mengembangkan engagement pada karyawan yang bekerja di perusahaan. Tentu saja
tiada dampak lain yang diharapkan dari engagement
pada karyawan yaitu perusahaan yang bisa terus tumbuh dan berkembang. Karyawan diharapkan
tidak hanya bekerja dengan mengikuti rutinitas ritme yang dikerjakannya
sehari-hari, namun diharapkan dapat melakukan improvisasi terhadap pekerjaan
yang menjadi tanggung jawabnya.
Seorang karyawan yang engage
adalah karyawan dengan tingkat ketidakhadiran yang rendah, memiliki kelekatan
pada perusahaan sehingga bertahan di perusahaan lebih lama (yang berarti bahwa turnover karyawan rendah), dan yang
paling penting adalah dirinya memiliki pengabdian terhadap perusahaan sehingga
mau menunjukkan kinerja terbaiknya dengan energi-energi kreatif untuk
menyelesaikan pekerjaan sehingga memiliki kontribusi terhadap pencapaian tujuan
perusahaan.Engagement, apakah
makna sebenarnya? Bagaimana perbedaan engagement
dan satisfaction pada karyawan? Engagement merupakan keterlibatan
emosional dengan perusahaan, pekerjaan, atau pimpinan sehingga dirinya mau
menunjukkan kinerja ekstra sehingga pekerjaan yang dilakukannya dapat
berkontribusi terhadap kinerja tim, dan bahkan kinerja perusahaan sehingga
dirinya, tim, dan perusahaan bersama-sama meraih kesuksesan. Seorang karyawan
yang memiliki rasa puas terhadap pekerjaan, atau bahkan puas terhadap upah yang
mereka dapatkan belum tentu mereka menunjukkan keterlibatan mereka terhadap
pekerjaan yang emnjadi tanggung jawabnya, menunjukkan keterlibatan terhadap tim
kerjanya, dan terlibat terhadap kinerja perusahaan secara luas (DiNucci, 2013).
Identifikasi terhadap engagement
pada karyawan telah dilakukan oleh perusahaan-perusahaan skala menengah hingga
perusahaan yang berskala besar. Survei terhadap engagement tidak hanya dilakukan untuk untuk mengukur keterikatan
karyawan terhadap perusahaan melalaui beberapa faktor yang terkait dengan
pengelolaan sumber daya manusia saja, akan tetapi secara lebih jauh hasil
survei engagement dapat digunakan
sebagai alat bantu bagi perusahaan (dalam hal ini manajemen) untuk merancang
dan mengimplementasikan berbagai langkah-langkah strategis dan praktis bagi
kenyamanan karyawan, yang pada kahirnya akan berdampak bagi pertumbuhan
perusahaan.

No comments:
Post a Comment