Mari kita kenali bermacam-macam bentuk stres dalam bekerja. Dengan
mengenali berbagai macam bentuk stres nantinya kita bisa lebih terampil dalam
menghadapi situasi-situasi stres. Ada berbagai macam penyebab umum stres dalam
dunia kerja :
1.
Stres fisik / tugas
Stres fisik ini adalah bentuk stres yang
paling mudah untuk dikenali dibandingkan dengan penyebab stres yang lain. Kemudahan
untuk mengenali bentuk stres ini tentu juga membuat orang yang menghadapi stres
ini menjadi lebih mudah mengatasinya. Misalnya stres yang disebabkan oleh
mesin-mesin saat bekerja. Mesin-mesin besar (manufaktur) yang ada di perusahaan
membuat seseorang yang terbiasa bekerja dalam situasi tenang menjadi tidak
mampu bekerja secara optimal saat mendengar sura bising. Tentu hal ini bisa
langsung dihadapi misalnya dengan memasang peredam suara pada tembok-tembok
pembatas ruangan sehingga kebisingan yang terjadi tidak mengganggu
2.
Stres psikologis
a.
Kemampuan kontrol diri
Kontrol diri ini terkait dengan kemampuan seseorang dalam mengontrol
aktivitas-aktivitas yang harus dilakukan pada saat bekerja. Seseorang yang
biasa bekerja dengan sistem penjadwalan yang kaku, maka ia akan merasa
terganggu (stres) jika terjadi perubahan dalam jadwal kerjanya. Hal ini
menuntut seseorang harus bisa bersikap fleksibel agar stres yang ia alami tetap
bisa membuat dirinya bekerja secara optimal.
b.
Konflik interpersonal
Setiap orang memiliki karakter, sifat, dan sikap yang unik yang
membedakan dirinya dengan orang lain. Perbedaan latar belakang juga dapat
memicu terjadinya konflik antar pekerja. Konflik personal ini tentunya juga
bisa menyebabkan seseorang menjadi stres. Misalnya akan ditandai dengan
keengganan untuk bekerjasama dalam menyelesaikan pekerjaan tim. hal ini tentu
akan berakibat pada menurunnya kualitas kinerja tim. Bahkan jika konflik
interpersonal ini terjadi secaa terus menerus dapat memunculkan perpecahan
antar karyawan hingga menimbulkan kekerasan. Cara untuk menghadapinya harus
diatasi dengan wawasan dan sudut pandang yang luas. Selain itu seseorang juga
harus memiliki sikap penghargaan terhadap orang lain untuk meminimalisir
terjadinya konflik interpersonal.
c.
Tekanan peranan
Peran yang ambigu dalam dunia kerja juga menjadi stressor tersendiri.
Misalkan seorang pemimpin yang harus memimpin sub ordinat (bawahan), sedangkan
di sisi lain ia juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaannya
secara mandiri. Saat pekerjaan tidak menumpuk tentu mudah saja membagi peran
sebagai seorang pemimpin dan seorang yang profesional dalm bekerja, akan tetapi
jika kebutuhan peran terjadi dalam waktu yang bersamaan tentu juga menimbulkan
stres kerja. Hal ini bisa diatai dengan cara memisahkan tugas yang dapat
didelegasikan dan tugas yang harus dikerjakan sendiri. Prakteknya memang tidak
mudah karena memang seorang pemimpin tidak bisa begitu saja mendelegasikan
tugasnya kepada orang lain.
d.
Konflik keluarga dan pekerjaan
Keluarga selain sebagai pendukung bagi seseorang yang bekerja, keluarga
juga bisa menjadi pemicu konflik tersendiri yang menyebabkan stres pada
karyawan. Misalnya saat ia harus bekerja sementara ada anggota keluarga yang
sedang sakit tentu menjadi tekanan tersendiri bagi seorang karyawan untuk bisa
menunjukkan performa kerja yang optimal. Nah ini masing-masing keluarga tentu
punya caranya masing untuk mengatasi permasalahan dalam keluarganya. Lagi-lagi
ini juga membutuhkan toleransi yang tinggi antar anggota keluarga
e.
Regulasi emosi
Peranan
emosi dalam kehidupan seseorang sangat besar, demikian juga peranan emosi dalam
dunia kerja. Regulasi emosi yang sesuai dengan karakter pekerjaan tertentu juga
semakin dibutuhkan untuk meningkatkan engagement
individu terhadap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Jika regulasi emosi
belum bisa sesuai dengan suatu karakter pekerjaan maka perlu dilatih untuk
meningkatkan regulasi emosi agar sesuai dengan pekerjaan. Hal ini tidak hanya
menguntungkan bagi perusahaan, namun yang lebih penting adalah menciptakan
suasana emosi yang positif pada individu yang bersangkutan.

No comments:
Post a Comment