Wednesday, October 28, 2015

Detail Karakteristik RIASEC : Holland (2)

Holland meyakini bahwa saat seseorang mulai memilih aktivitas, kemudian pilihan tersebut menjadi minat yang kuat dan menjadi kompetensi yang terus dikembangkan yang membuat seseorang memilih pengalaman-pegalaman tertentu dibandingkan pengalaman yang lain. Hal ini semakin memperkuat minat dan kemampuan secara berkelanjutan, minat dan kompetensi yang dimiliki akan membuat seseorang memiliki kepercayaan sebagai watak atau sifat yang dapat memprediksikan pilihan dan perilaku individu di masa mendatang.
Formulasi enam tipe kepribadian yang diasumsikan untuk mewakili tipologi kepribadian Holland secara umum adalah sebagai berikut :
1.      Tipe realistis
Pengalaman dari orang-orang Realistis memilih aktivitas yang ekplisit, berurutan, tersusun secara sistematis dalam melakukan perlakuan atau intervensi terhadap suatu objek, perkakas, mesin, dan binatang, tumbuhan dan cenderung enggan melakukan aktivitas pendidikan atau terapeutik. Perilaku orang Realistic biasanya mengarah pada keterampilan penggunaan tangan, proses mekanis, pertanian, elektronik, dan kompetensi teknis, cenderung kurang dalam kompetensi sosial dan kompetensi pendidikan. Perkembangan aktivitas, kompetensi, dan minat pada seseorang yang bertipe Realistis cenderung menunjukkan perilaku berikut :
a.    Memilih pekerjaan dan situasi yang realistis (misalnya, ahli kelistrikan) dan cenderung menghindari aktivitas dan siatusi sosial
b.    Menggunakan kompetensi realistis untuk menyelesaikan masalah dalam pekerjaan dan situasi yang lain, misalnya uang, kekuasaan, dan status
c.    Memandang dirinya sebagai seseorang yang mempunyai kemampuan mekanis dan kemampuan atletis
d.    Menghargai sesuatu yang berwujud konkret atau karakter pribadi yang nyata
Berdasar pilihan, kompetensi, pemikiran pribadi, dan nilai yang dimiliki maka tipe Realistis akan cenderung asosial, patuh, blak-blakan (terang-terangan), materialistis, keras kepala, parktis, persisten, kurang fleksibel, merendahkan diri, tulus, cermat, kurang peka, kurang akrab
2.    Tipe investigatif
Orang-orang Investigatif lebih memilih aktivitas yang memerlukan aktivitas observasional, melibatkan simbol-simbol, sistematis, dan penyelidikan kreatif terhadap objek fisik, biologis, dan fenomena budaya, untuk memahami dan mengontrol fenomena, dan enggan memotivasi, menjalin hubugan sosial, dan aktivitas berulang. Perilaku ini mengarahkan pada sikap ilmiah,dan kompetensi matematis, dan cenderung kurang memiliki kemampuan untuk memiliki sikap persuasi. Berdasarkan pola tersebut maka orang Investigatif cenderung menunjukkan perilaku sebagai berikut:
a.    Memilih situasi dan pekerjaan Investigatif
b.    Menggunakan kompetensi investigatif atau penyelidikan untuk menyelesaikan masalah
c.    Memandang dirinya sebagai seseorang yang ilmiah, intelek, memiliki kemampuan matematis dan kemampuan ilmiah, dan kurang memiliki kemmapuan dalam kepemimpinan
d.    Menghargai ilmu pengetahuan
Karena orang investigatif memiliki preferensi, persepsi pribadi, dan nilai, maka orang investigatif akan cenderung analistis, memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, mandiri, kompleks, rasional, pendiam, pemalu, suka menyendiri, teliti, kritis, sikap kehati-hatian tinggi
3.    Tipe artistik
Pengalalaman dan sifat orang Artistik menyebabkan ia menjadi ambigu, bebas, aktivitas nya tak sistematis, sehingga cenderung melakukan manipulasi terhadap obejk-objek yang bersifat fisik, verbal, dan manusia sebagai bahan-bahan yang dapat digunakan sebagai material dalam seni untuk dibuat suatu bentuk aau produk yang benilai karena seninya. Orang artistik akan memiliki keengganan untuk bersikap sistematis, eksplisit, dan aktivitas yang teratur. Sikapnya cenderung didasarkan pada kompetensi artistik atau seni, seperti bahasa, musik, drama, menulis, dan cenderung kurang memiliki kompetensi klerikal dan manajemen bisnis. Perilaku yang biasa ditunjukkan orang artistik sebagai berikut :
a.    Memilih situasi dan pekerjaan yang bersifat artistik yang sesuai dengan kompetensinya, dan cenderung menghindari pekerjaan yang sifatnya umum
b.    Menggunakan kompetensi artistik untuk menyelesaikan masalah
c.    Menerima dirinya sebagai orang yang ekspresif, aneh, intuitif, introspeektif, mandiri, kacau, suka melanggar aturan atau kaidah-kaidah yang normal, memiliki kemampuan seni dan musik, serta mampu bermain peran, bermain musik, memainkan bahasa, dan menulis
d.    Menilai sesuatu berharga apabila memiliki kualitas estetis
Berdasarkan nilai, sikap, dan kepribadian yang dimilikinya maka orang-orang artistik biasanya tidak teratur, kacau, ekspresif, emosional, sensitif, intuitif, terbuka, imajinatif, idealis, introspektif, mandiri, polos, bebas aturan, dan impulsif.
4.    Tipe sosial
Orang yang bertipe sosial akan cenderung bersikap untuk melakukan intervensi terhadap orang lain untuk membrikan informasi, memberikan pengaruh, mengajarkan, peduli, mentraining, mengembangkan, memberikan penerangan, dan biasanya memiliki keengganan untuk bersikap eksplisit, teliti, dan enggan bekerja dengan prosedur yang kaku seperti penggunaan mesin, material, atau peralatan yang rumit. Perilaku orang sosial bertendensi untuk menjadikan orang sosial memiliki kompetensi hubungan interpersonal, mendidik dan biasanya kurang memiliki kemampuan teknis. Berdasar pola aktivitas, kompetensi, dan minatnya, orang sosial akan cenderung menunjukkan perilaku berikut :
a.    Memilih pekerjaan dan situasi sosial dan menghindari pekerjaan dan situasi yang sifatnya relaistis
b.    Menggunakan kompetensi sosial untuk menyelesaikan maslaah
c.    Menerima dirinya sebagai sesoerang yang suka menolong orang lain, memahami orang lain, memiliki kemampuan untuk mengajar dan kurang mampu untuk melakukan aktivitas mekanik dan ilmiah
d.    Menilai sesuatu secara sosial, dan menilai masalah dari sisi etis atau tidak etis
Oleh karena itu orang sosial biasanya kooperatif, sabar, ramah, persuasif, memiliki empati, suka menolong, bertanggung jawab, hangat, bisa mengerti dan memahami orang lain, bijaksana, murah hati, idealis,
5.    Tipe enterprise
Karakter khusus dan pengalaman orang-orang enterprise membuat mereka memilih aktivitas dengan melibatkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi atau mencapai tujuan secara ekonomis, dan akan cenderung menghindari aktivitas simbolis, sistematis, dan pengamatan. Aktivitas tersebut yang menyebabkan orang enterprise cenderung memiliki kompetensi kepemimpinan, interpersonal, dan persuasi, dan cenderung kurang memiliki kompetensi dalam bidang ilmiah. Berdasar pola aktivitas, kompetensi, dan minatnya, orang enterprise akan cenderung menunjukkan perilaku berikut :
a.    Memilih pekerjaan dan situasi yang bersifat enterprise dan cenderung menghindari aktivitas yang menuntut situasi dan pekerjaan yang bersifat investigatif
b.    Menggunakan kompetensi enterprise untuk menyelesaikan permasalahan
c.    Menerima dirinya sebagai orang yang agresif, ingin dikenal banyak orang, percaya diri, memiliki kemampuan dalam kepemimpinan dan berbicara, namun kurang memiliki kompetensi dalam bidang ilmiah
d.    Memiliki nilai-nilai politis dan menilai sesuatu dari sisi ekonomis
Berdasarkan nilai, sikap, dan kepribadian yang dimilikinya maka orang-orang enterprise biasanya ambisius, dominan, energik, ekstrovert, optimis, percaya diri, cerewet, mudah bersosialisasi, terbuka, suka pamer, suka tantangan, suka menjadi pusat perhatian, ramah, menyenangkan, genit, dan gigih untu mencapai sesuatu yang diinginkan.
6.    Tipe conventional
Karakter khusus dan pengalaman orang orang bertipe conventional membuat mereka memilih aktivitas yang eksplisit, teratur, sistematis dalam mengelola data-data, menyimpan catatan-catatan penting (misalnya nota, kulitansi, menyususn data-data dan tulisan sesuai dengan aturan-aturan baku, melakukan segala sesuatu sesuai rencana. Mengoperasikan mesin dan memproses data-data untuk mencapai tujuan perusahaan atau tujuan ekonomis. Mereka tidak menyukai  sesuatu yang bersifat ambigu, bebas, aktivitas yang tidak sistematis, mengeksplorasi pengetahuan. Perilaku nya menuntunmereka untuk memiliki kompetensi klerikal, komputasional, sistem administrasi bisnis, dan kurang memiliki kompetensi artistik. Orang-orang conventional biasanya akan cenderung menunjukkan sikap sebagai berikut :
a.    Memilih pekerjaan dan situasi yang bersifat conventional dan cenderung menghindari aktivitas yang menuntut situasi dan pekerjaan yang bersifat artistik.
b.    Menggunakan kompetensi conventional untuk menyelesaikan permasalahan dan menyelesaikan pekerjaan dalam berbagai situasi
c.    Menerima dirinya sebagai orang yang teratur, memiliki kemampuan klerikal dan numerik
d.    Memiliki nilai-nilai pencapaian secara ekonomi dan bisnis

Berdasarkan nilai, sikap, dan kepribadian yang dimilikinya maka orang-orang conventional biasanya bersikap hati-hati, defensif, efisien, kaku, praktis, teratur, patuh, pemalu, kurang kreatif, sangat sopan, hemat, bekerja sesuai prosedur baku, tertib, dan bertanggung jawab.

No comments:

Post a Comment