Gangguan Emosi dan Perilaku
Mari kita
mencoba memahamiKita sering
melihat teman kita, guru kita, anak kita, saudara kita, atau siapa saja yang ada di
sekitar kita. Mereka,
orang-orang yang ada di sekeliling kita, terkadang dari mereka ada yang
sikapnya membuat kita kurang senang atau kurang nyaman dengan sikap, perilaku,
atau kata-kata yang diucapkan olehnya. Seseorang yang
kurang bisa menjalin hubungan sosial secara baik meskipun lingkungan sosial
telah menerimanya atau bahkan ketika dia menolak untuk melibatkan dirinya
dengan lingkungan sosial adalah salah satu pertanda bahwa orang itu mengalami
gangguan emosi dan perilaku.Gangguan emosi
dan perilaku yang dialami oleh seseorang tentunya akan berpengaruh baik secara
langsung maupun tidak langsung bagi dirinya sendiri dan bagi orang lain yang
ada di sekitarnya.
Gangguan emosi
dan perilaku dalam diri seseorang yang terjadi berkepanjangan dan berkelanjutan
maka akan menghalangi dirinya untuk mencapai kesuksesan.
Akibat lain
terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya adalah bahwa orang lain yang tak
mampu memahami dia, akan cenderung menganggap dia sebagai orang yang tidak
menyenangkan, atau bahkan orang yang mengganggu, membuat onar. Marilah kita
belajar peduli. Kita mungkin
tak tahu apa yang mereka rasakan, apa yang mereka pikirkan, dan mungkin kita
juga tidak akan tahu apa saja yang mereka lakukan. Mereka adalah
orang-orang di sekeliling kita. Yang mungkin
nampaknya tak penting hari ini, namun mungkin sesungguhnya penting untuk
membuat kita menjadi semakin berkembang. Mereka tidak
akan mengatakan bahwa “aku kesulitan menjalin hubungan” namun mereka akan
mengatakan “teman-temanku menolak ku” atau mengatakan “teman-temanku tidak suka
denganku”. Yaaa itulah
sebuah pertahanan ego. Kekecewaan mereka
lah yang semestinya mengajarkan kita untuk lebih peduli...
No comments:
Post a Comment